HMJ Ilmu Peternakan UINAM Bedah Peran Peternakan jaga Pangan Nasional

* Stop impor menggema

HMJ Ilmu Peternakan UINAM Bedah Peran Peternakan jaga Pangan Nasional
Seminar bertema Peternakan dan Ketahanan Pangan Nasional yang digelar HMJ Ilmu Peternakan UIN Alauddin Makassar di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Kampus 2 UIN Alauddin, Samata, Gowa, Senin (11/12/2023). (IST/HO)

KABAR.NEWS, Gowa - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) menggelar seminar bertema "Peran Peternakan dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional".


Forum ilmiah tersebut berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Kampus 2 UINAM, Samata, Gowa, Senin (11/12/2023). Seminar ini diikuti para dosen dan mahasiswa Ilmu Peternakan.


Seminar peternakan tersebut menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya, Direktur Utama PT. Bintang Sejahtera Bersama, Syahrir Akil, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, drh. Nurlina Saking dan Dosen Ilmu Peternakan UINAM, Dr. Ir. Andi Suarda.


Wakil Dekan 3 Fakultas Sains dan Teknologi UINAM, Dr. Zulkarnain mengapresiasi kegiatan seminar peternakan ini. Dalam sambutannya, Ia menyebut seminar ini penting untuk membaca masa depan ketahanan pangan nasional.


"Potensi pengembangan sektor peternakan sangat besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional," kata Zulkarnain dalam keterangan tertulis.


Di tempat yang sama, Sekretaris Jurusan Prodi Ilmu Peternakan Arsan Jamili, S.Pt., M menekankan kegiatan positif seperti ini perlu untuk dipertahankan. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat yang baik kepada semua sivitas.


Butuh Teknologi juga Stop Impor Ternak


Dalam pemaparannya, Dosen Ilmu Peternakan UIN Alauddin Andi Suarda mengatakan, kampus telah menjalankan sejumlah strategi mempersiapkan ketahanan pangan nasional. 


Salah satunya dengan membuat inovasi-inovasi teknologi yang baru dalam mengolah produksi hasil ternak. 


"Perubahan atau transformasi akan terus terjadi, begitu pula dengan pekerjaan di perusahaan - perusahaan pasti sistem yang dipakai juga akan berubah," kata Andi Suarda.


"Jadi mahasiswa peternakan harus bisa menciptakan sebuah teknologi baru untuk ketahanan pangan nasional," imbuh dia.


Yang menarik dalam seminar ini, pemateri dari PT Bintang Sejahtera Bersama, Syahrir Akil, meminta pemerintah untuk mengakhiri impor ternak sebab sumber daya peternakan dalam negeri cukup memenuhi permintaan pasar.


"Stop impor karena kita juga juga punya potensi untuk mengembangkan sumber daya kita," ujar Syahrir Akil yang menyandang sertifikat ASEAN Engineer.


Mempertanyakan Peran Pemerintah


Saat sesi tanya jawab antara pemateri dengan peserta seminar, salah satu mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Nurlina Saking.


Sang mahasiswa mempertanyakan mengenai langkah pemerintah dalam mengatasi fluktuasi harga pakan ternak. Dari jawab Nurlina terungkap, pemerintah selaku regulator belum punya cara menangani masalah tersebut.


"Untuk saat ini pemerintah belum ada program khusus untuk menangani fluktuasi pakan ternak," kata Nurlina Saking seraya menambahkan bahwa peternak cenderung mandiri.


"Tetapi peternak yang ada di Sulawesi Selatan khususnya peternak kambing perah, mereka mandiri dalam beternak tidak terlalu membutuhkan bantuan dari pemerintah," katanya.


Penulis: Hardianto, Puspitasari dan Saleh (Citizen Report)