HMI Sebut Luhut Kehilangan Akal: TKA Cina Dibebaskan, Rakyat Sendiri Dibatasi

Pemerintah dinilai tidak serius urus PPKM Darurat

HMI Sebut Luhut Kehilangan Akal: TKA Cina Dibebaskan, Rakyat Sendiri Dibatasi
Kolase foto: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah. (Istimewa)






KABAR.NEWS, Gowa - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, Sulsel, Ardiansyah mengkritisi kebijakan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, yang memberi karpet merah untuk tenaga kerja asing (TKA) saat tanah air dilanda pagebluk Covid-19.


Ardiansyah mengatakan, lolosnya 20 TKA Cina masuk ke Indonesia saat PPKM Daruat, menunjukkan sikap tebang pilih pemerintah  menanggulangi pandemi Covid-19. Kabinet Jokowi dinilai tidak konsisten menerapkan aturan.


"Saat rakyat sendiri sudah mematuhi aturan PPKM, kenapa pemerintah dalam hal ini Menko Luhut Binsar Panjaitan memberi karpet merah bagi warga asing seperti TKA Cina untuk masuk," kata Ardiansyah dalam keterangam tertulis, Rabu (7/7/2021).


Ardi sapaannya menilai, bebasnya warga Cina masuk ke Indonesia tentu sangat menyakitkan bagi masyarakat yang saat ini dibatasi aktivitasnya. Keselamatan rakyat bukanlah prioritas pemerintah.


"Entah apa yang ada dipikiran Pak Jokowi, Luhut dan para pemegang kekuasaan hari ini. Bukannya berjuang dan bekerja keras mengurangi jatuhnya korban jiwa akibat pandemi Covid-19, ini justru mengundang warga asing masuk ke negara kita. Mereka sudah kehilangan akal sehat," ujar mahasiswa Pasca Sarja Unhas ini.


Tidak ingin TKA China terus terusan masuk ke Indonesia, "Pemerintah harus ditegur, kita tidak boleh diam dan pasrah melihat ketimpangan ini" lanjut Ardi.


Seperti diketahui, 20 TKA China yang dipermasalahkan itu  mendarat di Bandara Internasional Makassar, Kabupaten Maros, dengan pesawat Citilink QG-426 pada Sabtu, 3 Juli 2021 pukul 20.25 Wita. Sebelum tiba di Kota Makassar, mereka stay di Ibukota Jakarta. Nantinya, 20 TKA China itu akan bekerja di PT. Huady Nickel Alloy Kabupaten Bantaeng.


Sebelumnya, Luhut mengatakan bahwa masuknya TKA bukan hal yang aneh karena sesuai dengan asas resiprokal dan telah melalui prosedur kesehatan yang ketat.


Purnawiran Jenderal TNI itu menandaskan, negara lain juga melakukan hal yang sama. Sehingga kebijakan pemerintah membuka pintu bagi TKA dianggap hal wajar dalam konteks bernegara.