HJB Tersangka, Golkar Takalar : Itu Masalah Pribadi, Tak Terkait Partai

Bahwa masalah yang dialami oleh HJB merupakan masalah pribadi

HJB Tersangka, Golkar Takalar : Itu Masalah Pribadi, Tak Terkait Partai
Ilustrasi.(int)












KABAR.NEWS,Takalar- Plt Ketua Golkar Takalar, Zulkarnaen Arif angkat suara terkait masalah yang dihadapi oleh Wakil Ketua DPRD Takalar, Muhammad Jabir Daeng Bonto (HJB) yang juga merupakan kader Partai Golkar.

Zulkarnaen Arif mengatakan bahwa masalah yang dialami oleh HJB merupakan masalah pribadi dan tak ada sangkut pautnya dengan partai yang berlogo pohon beringin tersebut.

“Kita tidak ada sikap resmi dan kita doakan dia dapat menghadapi masalahnya. Itu pribadi dan tidak terkait dengan partai,” kata Zulkarnaen Arif saat dikonfirmasi, Rabu (27/1/2021).

Zulkarnaen juga mengaku secara pribadi  mendoakan agar masalah yang dihadapi oleh HJB bisa segera selesai.Bahkan ia menyatakan jika status HJB masih tetap sebagai kader Golkar dan juga tetap sebagai Wakil Ketua DPRD Takalar.  

“Masih tetap sama (posisinya), tidak ada yang berubah. Secara pribadi kita doakan selesaikan masalahnya,” ujarnya mendokan.

Kendati demikian, Dia mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan memberikan pendampingan atau bantuan hukum terhadap HJB yang saat ini sebagai tersangka kasus pengrusakan hutan.“Tidak..tidak,” ucapnya singkat.

Sebelumnya, penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi telah menyerahkan berkas perkara perusakan hutan dengan tersangka Wakil Ketua DPRD Takalar, HJB (56) ke Kejati Sulsel. Balai Gakkum KLHK menjerat HJB dengan pasal pasal berlapis terkait Undang-undang Kehutanan.

"Sidang kasus tersangka HJB akan kami dampingi dan pantau terus, termasuk memfasilitasi kebutuhan Saksi Ahli,” kata Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK, Yazid Nurhuda dalam keterangannya, Rabu (26/1/2021).

Yazid mengatakan pihaknya telah menyerahkan berkas laporan bersama barang bukti berupa ekskavator ke kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel)


Penyidik menduga perbuatan tersangka HJB , yaitu menebang pohon tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat berwenang, mengurangi dan menghilangkan fungsi serta jenis tumbuhan kawasan hutan produksi menggunakan alat berat dan menyebabkan perubahan keutuhan Kawasan Suaka Margasatwa Komara dan Hutan Produksi Tetap di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulsel. 

Penulis : Darsil Yahya/B