Hidayat Syamsu Saat Sosper: Pemuda Produktif Kunci Kemajuan Daerah

Legislator Makassar Sosialisasi Perda Kepemudaan

Hidayat Syamsu Saat Sosper: Pemuda Produktif Kunci Kemajuan Daerah
Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI-P, Al Hidayat Syamsu menggelar kegiatan penyebarluasan informasi produk hukum daerah, Sabtu (27/11) di Hotel Sarison, Jalan Perintis Kemerdekaan.






KABAR.NEWS, MAKASSAR - Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI-P, Al Hidayat Syamsu menggelar kegiatan penyebarluasan informasi produk hukum daerah, Sabtu (27/11) di Hotel Sarison, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Peraturan Daerah nomor 6 tahun 2019 tentang Kepemudaan menjadi tema yang diangkat pada kesempatan kali kedua sosialisasi Perda tahun anggaran 2020 itu. 

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Olahraga dan Kepemudaan (Dispora) Kota Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Dr.Sakka Pati dalam kegiatan itu.

Al Hidayat Syamsu dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menerangkan bahwa Indonesia saat ini perlu mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi jika ingin mendapat keuntungan dari besarnya jumlah generasi muda di tahun-tahun yang akan datang.

Perlu menurut dia mengelola sumber daya yang ada itu sejak dari sekarang. Sehingga keberadaan Perda Kepemudaan di Makassar menjadi produk hukum yang bakal memberi dampak pada kemajuan pemuda suatu daerah, terutama di Makassar.

"Karena inilah mengapa penting mengangkat perda ini untuk disosialisasikan dan ketahui khalayak banyak. Pemuda-pemuda yang produktif adalah suatu kunci kemajuan daerah kedepan," ucap legislator dari daerah pemilihan (Dapil) III, meliputi Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya, itu.

Sementara, Kadispora Kota Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin dalam penjelasannya mengungkapkan, Perda nomor 6 tahun 2019 yang digagas oleh eksekutif bersama legislatif merupakan regulasi turunan dari Undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan.

"Rentan waktu setelah disahkannya UU ini memang terpaut lama, cukup panjang untuk kemudian direspon oleh Pemkot Makassar membuat Perda serupa. Tetapi Perda Kepemudaan ini tidak banyak kota memilikinya. Dan Alhamdulillah Makassar sudah punya," jelas Hendra.

Kata dia, hal ini menunjukkan adanya kepedulian dari Pemkot Makassar juga anggota dewan terhadap perkembangan pemuda untuk mengembangkan dirinya. Karena kepedulian itu, Makassar telah dinobatkan sebagai kota layak pemuda.

"Sepak terjang pemuda begitu penting, dapat dilihat dalam sejarah bangsa Indonesia. Perda ini mengatur pembinaan, memberikan garansi apa yang menjadi hak pemuda yakni akses kemitraan," katanya. 

Dispora sendiri, lanjut Hendra, memiliki banyak program untuk memastikan produktivitas pemuda terwadahi."Kita ada program kegiatan pembinaan, membangun infrastruktur kepemudaan sebagai tempat anak-anak berkumpul mencurahkan energi positifnya," sebutnya. 
Selain itu, pihaknya juga mengucurkan anggaran untuk program kewirausahaan untuk pemuda.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Dr.Sakka Pati.SH.,MH yang juga Staf Ahli Kapolda Sulsel memaparkan, keberadaan perda dalam satu daerah termasuk Perda Kepemudaan Kota Makassar menjadi sangat penting sebagai penjabaran lebih lanjut dari perundang-undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan ciri khas masing-masing daerah.

Pembangunan kepemudaan sendiri kata dia bertujuan untuk mewujudkan pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat cerdas, kreatif dan inovatif, mandiri dan demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan.

"Ini diatur dalam UU nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan yang diturunkan lagi melalui Perda Kepemudaan Kota Makassar nomor 6 tahun 2009," uraiannya.

Kelompok yang dikategorikan sebagai pemuda lanjutnya adalah, warga negara Indonesia yang memasuki periode pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 tahun sampai dengan 30 tahun.

"Pembangunan pemuda diselenggarakan melalui penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan, diatur dalam pasal 17 ayat 1 Perda nomor 6 tahun 2019," sebutnya.

Maksud dari penyadaran kepemudaan kata dia adalah berupa gerakan pemuda dalam aspek ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya , pertahanan dan keamanan dalam memahami dan menyikapi perubahan lingkungan strategi, baik domestik, maupun global serta mencegah dan menangani risiko.

Sedang pemberdayaan pemuda diselenggarakan terencana, sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan potensi dan kualitas jasmani, mental spiritual, pengetahuan serta keterampilan diri dan organisasi menuju kemandirian pemuda. 

"Sementara pembangunan kepemudaan dilakukan melalui pengembangan kewirausahaan, pengembangan kepemimpinan dan atau pengembangan kepeloporan," tutupnya.

Penulis: Rahma Amin/B