Skip to main content

Hidayat Nur Wahid: Koordinasi Pemerintahan Jokowi Lemah

politisi pks
Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. (KABAR.NEWS/Ruslan)

KABAR.NEWS, Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengatakan, calon presiden petahana, Joko Widodo membatalkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium sebagai pencitraan jelang Pemilihan Presiden 2019.

Pembatalan kenaikan BBM bersubsidi, menurut Hidayat, sebagai langkah Jokowi dalam melihat kondisi masyarakat di bawah, yang bakal kesulitan jika harga premium dinaikan.

"Diturunkan Pak Jokowi (BBM jenis premium), saya harap itu bukan pencitraan, karena menjelang pemilu 2019. Tetapi karena mempertimbangkan fakta tentang harga sesungguhnya. Premium kita itu harganya berapa, supaya orang tidak menduga-duga bahwa, seluruh kebijakan pemerintah hanya pencitraan, tapi betul harus melihat kepentingan rakyat Indonesia," ujar Hidayat Nur Wahid di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Hidayat menganggap, kenaikan harga premium oleh pemerintahan Jokowi bukan masalah baru. Begitu juga dengan naiknya nilai tukar dollar AS atas rupiah. "Bahkan rupiah di atas 15 ribu perdolar pun, tidak terlalu bermasalah. Sekarang diakui bahwa, daya beli masyarakat turun," terangnya.

Dia menuturkan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta agar isu kenaikan BBM tidak dimanfaatkan oleh kubu Prabowo-Sandi untuk menyerang Jokowi-Ma'ruf. Pasalnya, kubu Prabowo-Sandi menggunakan isu ekonomi sebagai jualan kampanye di Pilpres 2019.

"Menurut saya, apakah ini yang membuat pak sekjen PDIP meminta agar pihak Pak Prabowo tidak menggunakan isu ekonomi dalam kompetisi pilpres, ini juga sangat jelas," akunnya

"Menurut saya sekali lagi, ini pak menteri menaikan (harga premium), pak presiden meminta diturunkan dalam waktu satu jam, menandakan koordinasi yang sangat lemah di dalam kabinet. Itu harusnya tidak terjadi, itu menghadirkan kegalauan di tingkat publik. Karena kalau pemerintah negara diurusi semacam ini, akan jadi bagaimana Indonesia ke depan," tutupnya.

  • Ruslan