Hasil Penggeledahan KPK di Rumah Dinas dan Ruang Kerja Azis Syamsuddin

KPK melakukan penggeledahan di empat lokasi di Jakarta milik Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

Hasil Penggeledahan KPK di Rumah Dinas dan Ruang Kerja Azis Syamsuddin
Penyidik KPK saat akan melakukan penggeledahan di ruang kerja Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil penggeledahan empat tempat milik Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin terkait dugaan suap penyidik dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju yang menyeret Wali Kota Tanjung Balai, M Syahriar. Empat tempat digeledah yakni ruang kerja, rumah dinas, dan dua apartemen. 

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan pada Rabu (28/4/2021), tim penyidik KPK telah melakukan upaya paksa penggeledahan di empat lokasi berbeda di Jakarta terkait kasus asus suap penyidik KPK dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju.

"Empat lokasi tersebut salah satunya ruang kerja Wakil Ketua DPR RI di gedung DPR RI dan rumah dinas. Sedangkan dua lokasi lainnya adalah apartemen dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021). 

Hasil dari penggeledahan empat lokasi tersebut, Ali Fikri mengungkapkan sejumlah dokumen dan barang terkait perkara dibawa. Meski demikian, Ali Fikri enggan menjelaskan barang dan dokumen apa saja yang dibawa. 

"Selanjutnya bukti-bukti ini akan segera dilakukan analisis mendalam serta verifikasi untuk segera diajukan penyitaan sebagai bagian dalam berkas perkara dimaksud," katanya.

Sekadar diketahui, Azis Syamsuddin sempat disebut dalam kasus suap penyidik KPK dan Wali Kota Tanjungbalai. Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan Azis Syamsuddin memperkenalkan Wali Kota Tanjungbalai Syahrial ke penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

AKP Robin dijerat KPK setelah diduga menerima Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang dijanjikan M Syahrial selaku Wali Kota Tanjungbalai. Pemberian uang itu dimaksudkan agar AKP Robin mengurus perkara dugaan korupsi di KPK yang diduga menjerat Syahrial.