Hari Pertama ETLE, 2002 Pengendara di Makassar Terjaring Tilang Elektronik

Pelanggar ETLE didominasi karena pengendara tidak mengenakan safety Belt dan menggunakan handphone saat berkendara.

Hari Pertama ETLE, 2002 Pengendara di Makassar Terjaring Tilang Elektronik
Ruang pemantau ETLE Polrestabes Makassar yang menunjukkan 16 titik kamera. (Foto: KABAR.NEWS/Reza Rivaldy))






KABAR.NEWS, Makassar - Kepolisian Resort Kota Besar Makassar mulai menerapkan pelaksanaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, Selasa (23/3/2021). Baru diterapkan, ETLE telah menilang 2002 pengendara karena melanggar lalu lintas di Makassar. 

Ketua Tim ETLE Polrestabes Makassar, Aiptu Murdadi mengatakan pelaksanaan ETLE hari pertama telang terdata ada 2002 pelanggar. Murdadi mengaku pelanggaran didominasi karena pengendara tidak mengenakan Safety Belt dan memakai handphone. 

"Kalau data pelanggar hari ini sudah ada 2002 pelanggar. Rata-rata pelanggarannya itu tidak memakai safety belt dan memakai handphone saat berkendara," ujarnya kepada KABAR.NEWS saat ditemui wartawan di ruangannya.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Merdisyam mengatakan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menambah jumlah titik kamera ETLE di Kota Makassar. Pasalnya, saat ini masih 16 titik terpasang kamera ETLE. 

"Masyarakat Makassar diharapkan untuk meningkatkan kesadaran, karena secara otomatis akan terdata. Jenis pelanggaran kita fokus pertama tidak memakai safety belt dan menggunakan handphone saat berkendara," tuturnya usai launching ETLE di aula Mapolrestabes Makassar. 

Merdisyam mengingatkan kepada warga agar tidak kaget bila seketika ada surat tilang diantarkan langsung ke rumah pelanggar.

"Ini surat tilang akan dikirimkan langsung ke pelanggar melalui jasa pos, jadi mengurangi petugas bertemu langsung dengan pelanggar," ucap Merdisyam.

Penulis: Reza Rivaldy/A