Hari Ini, Pekerja THM Makassar Demo Lagi Desak Pelonggaran PPKM

Ancam nginap di Balai Kota Makassar

Hari Ini, Pekerja THM Makassar Demo Lagi Desak Pelonggaran PPKM
Aksi unjuk rasa pekerja THM di Kantor DPRD Makassar pada Agustus 2020. Mereka menuntut pelonggaran jam malam pandemi Covid-19. (KABAR.NEWS/Reza Rivaldy)

KABAR.NEWS, Makassar - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengundang protes Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM). Pekerja tempat hiburan malam berencana turun melakukan aksi demonstrasi pada Rabu (10/2/2021) hari ini.  


Hal ini diakui Ketua AUHM, Zulkarnaen Ali Naru mengatakan demo tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin. Aksi ini terpusat di Balai Kota dengan melibatkan ribuan pekerja. 


"Kalau kita prediksi tadi sekitar 1.500 yang terlibat. Kita sementara koordinasikan dengan pihak kepolisian," ujar Zulkarnaen saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (9/2/2021). (Baca juga: Utusannya Tak Berkompeten, Danny Ajak Rudy Bertemu)

Jika demo hari ini berlangsung, maka ini merupakan kedua kalinya AUHM turun ke jalan meminta pelonggaran jam operasi. Pada Agustus 2020, mereka juga menduduki DPRD dan Balai Kota Makassar untuk meminta izin beroperasi selama pandemi Covid-19.


Pada unras nantinya, Zulkarnaen berharap Rudy Djamaluddin dapat menemui mereka untuk mencari solusi yang adil akibat PKM. Bahkan pihaknya mengancam akan bertahan di Balai Kota Makassar jika aspirasinya tidak diterima langsung oleh Rudy.


"Kalau Pj Wali kota tidak temui kita, kita nginap di balai kota," tukasnya.


AUHM keberatan dengan pembatasan jam malam yang diperpanjang sampai 23 Februari 2021. Menurutnya, kebijakan ini sangat dirugikan sebab minimnya pendapatan yang diterima. Dia mengklaim demo di balai kota merupakan tuntutan para pekerja THM. (Baca juga:Patroli Prokes Skala Besar, Masih Banyak Cafe dan Tempat Hiburan yang Bandel)


"Kita turun besok, tuntutan itu dari pekerja," singkatnya.

Selain itu, aksi protes ini kata Zulkarnain karena kebijakan Pemkot Makassar dirasa tebang pilih terhadap usaha yang diizinkan. 

"Kalau dibatasi, yang terdampak langsung kan tempat hiburan. Jam 10 disuruh tutup, apa kita mau makan? Itu listrik jalan terus, kita bergerak karena ini masalah perut," tandasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/A