Harga Vaksin COVID-19 Diperkirakan Rp450 Ribu, Begini Cara Pesannya

pre order vaksin COVID-19 di sejumlah rumah sakit masih menggunakan harga perkiraan.

Harga Vaksin COVID-19 Diperkirakan Rp450 Ribu, Begini Cara Pesannya
Ilustrasi.(int)






KABAR.NEWS,Jakarta--Vaksinasi COVID-19 di Indonesia belum dimulai, masih menunggu emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meski begitu, pre order vaksin COVID-19 sudah dilayani di sejumlah rumah sakit.

Secara resmi, pemerintah pun belum menetapkan harga vaksin COVID-19 untuk skema vaksinasi mandiri. Karena itu, pre order vaksin COVID-19 di sejumlah rumah sakit masih menggunakan harga perkiraan.

"Biaya itu kisaran ya, jadi estimasi karena ini juga aslinya kita kan menunggu dari pemerintah ya. Itu kisaran Rp 450-500 ribu per dosis suntikan," kata Direktur Utama RS Universitas Islam Indonesia (RS UII)Widodo Wirawan,dikutip di Detik.com.

Sebagai salah satu rumah sakit yang melayani pre order vaksin COVID-19 adalah RS Universitas Islam Indonesia (RS UII),Widodo mengatakan ada permintaan dari Kementerian Kesehatan untuk mendata pemesanan.

"Nggak, sebenarnya dari Kemenkes sudah meminta rumah sakit untuk mendata yang 1,2 juta kan untuk nakes. Nah, Januari-Februari masuk 45 juta dosis. Jadi pemerintah sudah mulai mendata ke rumah sakit yang mau memesan siapa dan lewat asosiasi rumah sakit juga sudah. Cuma nanti tiap rumah sakit beda timing-nya, ada yang menunggu," katanya.

Di sejumlah rumah sakit, termasuk RS UII, pre order vaksin COVID-19 dilayani dengan pemesanan melalui call center yang tersedia. Kedatangan vaksin diperkirakan 1-2 bulan ke depan, dengan jenis dan harga yang akan ditentukan kemudian.

Saat ini Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac-Biotech. Namun, dalam keputusan Kemenkes, ditetapkan ada 6 jenis vaksin yang bisa digunakan. Sinovac merupakan salah satunya. Jenis vaksin yang bisa dilakukan pre order di RS belum ditentukan jenis dan mereknya.

"Nggak (bukan Sinovac), mereknya kan dari pemerintah kan tiga merek itu kemungkinan besar. Jadi kita menunggu, tapi kami sudah diminta order. Jadi kami bantu pemerintah untuk nanti begitu sudah di-acc kemudian dari kami Bio Farma sudah bisa menyalurkan dan kami langsung bisa," kata Widodo.

Walaupun masih diselimuti ketidakpastian, pre order vaksin COVID-19 rupanya sudah dilirik peminat. Hal ini dibenarkan oleh Widodo."Sudah ada yang mendaftar, jadi bisa dikatakan antusiasmenya tinggi," sebutnya.

Prof Wiku Adisasmito, salah seorang juru bicara program vaksinasi COVID-19, mengaku belum mengetahui kebijakan pre order vaksin COVID-19 di sejumlah rumah sakit. Yang pasti, BPOM hingga saat ini belum mengeluarkan izin penggunaan darurat atau EUA untuk vaksin COVID-19.

"Belum ada kebijakan pemerintah tentang hal tersebut," tegasnya saat dihubungi detikcom, Jumat (11/12/2020).

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menjelaskan mundurnya pemberian EUA terkait vaksin COVID-19 dikarenakan beberapa data uji vaksin Corona yang belum bisa dilengkapi hingga Desember 2020.(*)