Skip to main content

Harga Pangan di Makassar Meroket, Disdag Jamin Stabil Saat Ramadan

Harga Pangan di Makassar Meroket, Disdag Jamin Stabil Saat Ramadan
Ilustrasi. Seorang pedagang menapih beras di pasar Kota Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Harga bahan pangan di pasaran mengalami kenaikan cukup tinggi sejak pandemi Virus Corona atau Covid-19, khususnya harga bahan yang dianggap mampu menangkal corona seperti Jahe, Temulawak hingga Kunyit.


Seorang pedagang di Pasar Toddopuli Kota Makassar, Nurdin mengatakan, selama satu bulan terakhir jahe menjadi komoditi yang paling banyak terjual. Nurdin menuturkan, penjualan jahe saat ini bisa sampai 15 kilo per hari yang sebelumnya hanya 5 kilo per hari.


Harga kunyit saat ini kata dia mencapai Rp15 ribu per kilo yang sebelum pandemi Rp10 ribu per kilo. Sedangkan jahe dari Rp30 ribu per kilo sekarang menjadi Rp50 ribu per kilo. Sementara, temulawak sama dengan harga kunyit, dari Rp10 ribu sekarang Rp15 ribu per kilo.


Nurdin juga mengaku bahwa Jahe merah merupakan komoditas yang paling banyak dicari konsumen “Susah didapat, harganya pun mahal, sekarang Rp70 ribu per kilo dari harga awal Rp50 per kilo,” ujar Nurdin saat ditemui, Senin (6/4/2020).


“Kosong jahe merah, banyak orang cari jahe merah, orang mau beli tidak ada stok,” tambah Nurdin.


Tidak hanya itu, harga bawang merah dan putih juga masih mengalami kenaikan Rp45 ribu satu kilo dulu Rp35 ribu, sementara bawang merah harganya Rp35 ribu atau naik Rp5 ribu.


Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Muh. Yasir, meroketnya harga pangan di pasaran tak hanya dipengaruhi Corona, namun kondisi tersebut kerap terjadi menjelang bulan Ramadan.


"Kenaikan itu jangan sampai tak terkendali," kata Yasir, saat dihubungi, Senin (6/4/2020)


Untuk menstabilkan harga sembako jelang Ramadhan, Yasir mengatakan telah bekerjasama dengan lintas SKPD seperti Dinas Ketahanan Pangan.


"Mereka mengurusi tentang ketersediaan stok. Bagaimana stok itu tersedia sehingga kenaikan harga bisa kita kendalikan," tutur Yasir.


Ia mengakui bahwa pihaknya juga akan bekerja sama dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar di seluruh pasar tradisional di Kota Makassar. Operasi Pasar ini menurut Yasir menjadi jalan untuk menyentuh masyarakat kurang mampu


"Kami akan turun menawarkan harga yang lebih murah di pasar tradisional untuk menyentuh masyarakat yang kurang mampu," pungkasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B

 

Flower

 

loading...