Skip to main content

Harga Beras Naik Rp2 Ribu, Begini Respon Gubernur Sulsel

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat meninjau persediaan beras di dua pasar sentra beras di kota Makassar, Sabtu (13/1/2018). 

 

KABAR.NEWS, Makassar - Hingga 13 Januari 2018, ketersediaan stok beras di Bulog Sulsel tercatat sebanyak 82.000 ton untuk ketahanan 20 bulan. Untuk harga beras di Sulsel sendiri merupakan harga terendah di Indonesia yaitu dibawah harga eceran tertinggi (HET) dimana di Sulsel Rp9.145/Kg, sedangkan HET Pemerintah Rp9.450/Kg.


Kendati demikian, Pemprov Sulsel tetap melakukan penetrasi harga melalui operasi pasar (OP) dimana Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang didampingi Wali Kota Makassar Moh Ramadhan "Danny" Pomanto dan Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Hadi Basalamah meninjau kenaikan harga beras di dua pasar sentra Makassar, Sabtu (13/1/2017)


Dua pasar yang ditinjau diantaranya pasar Pabaeng-baeng dan pasar Terong serta ditutup dengan meninjau stok beras di gudang Bulog. Berdasarkan temuan harga, dinyatakan harga beras premium dan beras medium mengalami kenaikan yang cukup signifikan di lokasi tersebut mencapai Rp 2.000 per kilogram. 


Syahrul menerangkan, peninjauan tersebut dilaksanakan untuk melihat masalah perut rakyat dimana pemerintah harus menjamin bahwa itu semua hal tersebut telah diurus dengan baik.

 


"Pangan rakyat dijamin pemerintah Sulsel 100 persen tersedia dengan baik. Sulsel memiliki daya tahan sampai 20 bulan. Hari ini kita telah cek di pasar dan kita mendapatkan bahwa beras cukup tersedia banyak. Bahkan di masyarakat maupun di pedagang," terang Syahrul.

 


Gubernur Sulsel dua periode tersebut membeberkan jika harga bahan pokok dinyatakan hampir dalam kisaran stabil meski diakui ada perbedaan antara pedagang yang satu da pedagang lainnya. 

 

"Jangan sampai impor itu bersoal di kalangan petani. Bisa saja karena cuaca mengalami keterlambatan.  Saya atas mana perintah Sulsel nyatakan menteri angkut saja ke seluruh provinsi. Bisa ambil saja di sini dulu," tambahnya.


Selain itu SYL meyakini jika pada 17 Januari mendatang petani di Sulsel sudah mulai melaksanakan panen awal terutama di daerah Bone, Soppeng dan Wajo yang akan menambahkan stok beras Sulsel sebanyak 1500 ton lagi.


"Jadi yang 28 ribu ton serahkan saja ke seluruh provinsi di Sulsel. Untuk itu semangat petani harus di jaga. Saya tidak mau bicara impor, saya mau bicara berapa provinsi yang bisa di suplai oleh Sulsel. Itulah gunanya Sulsel jadi lambung beras," tutupnya. 

 

Sementara itu pedagang beras di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar, Arul menyebutkan harga beras saat mengalami kenaikan Rp2 ribu per kilogramnya. 

 

"Harga beras saat ini naik. Sebelumnya hanya kisaran harga Rp 8.000 per kilogram untuk medium naik menjadi Rp 10 per kilogram," ungkap salah satu pedagang beras di pasar Pabaeng-baeng, Arul.


Kenaikan yang sama juga dialami untuk beras jenis premium yang sebelumnya hanya berkisar Rp9000 per kilogram kini mencapai hargaRp 13.000 per kilogram. Sementara untuk harga beras per liter berada pada kisaran harga Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per liter dimana sebelumnya hanya berada pada Rp 6.000 perliter. 


"Sudah 2 minggu lebih harga beras naik, penyebabnya karena faktor cuaca, sehingga saat kita pesan ke daerah nanti dua sampai tiga hari baru bisa sampai, ini juga penyebabnya karena belum masuk musim panen," tambah Arul. 


Kenaikan harga beras tersebut juga di akui oleh salah satu pedagang, Hapid, dimana menurutnya, rata-rata harga beras memang mengalami kenaikan di setiap pedagang. Bahkan ada yang lebih mahal lagi dari yang ada sekarang.


"Tapi untuk stok beras masih aman, kita tidak terlalu kesulitan yang bermasalah memang karena harga beras yang naik," tutupnya. 

 
  • Miftahul Khaeriyah