Hampir 400 Janda & Duda Baru di Sinjai Selama 2021, Selingkuh Pemicu Cerai

*Angka perceraian di Sinjai cukup tinggi

Hampir 400 Janda & Duda Baru di Sinjai Selama 2021, Selingkuh Pemicu Cerai
Ilustrasi hubungan rumah tangga tidak harmonis. (Pexels)






KABAR.NEWS, Sinjai - Angka perceraian pasangan suami-istri di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pada 2021 terbilang cukup tinggi. Jumlahnya mencapai 447 perkara menurut Pengadilan Agama (PA) setempat. Perceraian tersebut mengakibatkan adanya 396 ibu tunggal atau janda dan duda baru.

Hubungan Masyarakat (Humas) Pengadilan Agama kabupaten Siniai, Mansur menjelaskan, dari jumlah total pengaduan atau perkara perceraian, rinciannya sebanyak 341 cerai gugat dan 107 cerai talak.


"Untuk yang sudah putus sampai hari ini yaitu sebanyak 306 cerai gugat dan 90 cerai talak 146, Jika melihat dari data yang ada saat ini, cerai gugat masih mendominasi kasus penceraian di kabupaten Sinjai," sebutnya kepada KABAR.NEWS saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/12/2021).


Mansur menjelaskan, perceraian pada umumnya disebabkan perselisihan atau pertengkaran yang tiada henti yang berefek tidak harmonisnya rumah tangga. Selain itu, faktor ekonomi dan adanya pihak ketiga juga menjadi pemicu.

Humas Pengadilan Negeri Agama Sinjai, Mansur. (KABAR.NEWS/Syarif)


"Olehnya itu kami juga berharap kepada seluruh warga Kabupaten Sinjai yang sudah berkeluarga agar mematuhi dan sadar akan segala hak dan kewajiban dalam rumah tangga," jelas Mansur yang juga Hakim di Pengadilan Agama Sinjai.


Libatkan Orang Tua Cegah Perceraian


Mansur menyarankan, setiap masalah rumah tangga harus diselesaikan secepat mungkin. Pertimbangannya, jika dibiarkan berlarut-larut, maka hal itu berpotensi semakin membuat hubungan tidak harmonis.


Dia berpendapat, orang tua dari pihak suami dan istri harus berperan untuk mencegah terjadinya perceraian. Pelibatan orang tua bukan untuk mencampuri masalah rumah tangga anak.


"Jadi peran orang tua juga sangat diperlukan untuk menekan angka perceraian, jadi bukan dalam hal mencampuri urusan pribadi, keluarga si anak tapi orang tua berperan sebagai mediator dalam perselisihan rumah tangga anaknya," ungkapnya.


Sebelum Pengadilan Agama Kabupaten Sinjai mengabulkan gugatan cerai dalam persidangan, terlebih dahulu dilakukan proses mediasi antara penggugat dan tergugat.


Hal ini, selain untuk menyatukan kembali, juga mengkonfirmasi alasan yang menjadi penyebab masuknya gugatan.


Upaya PA Sinjai Cegah Perceraian


Demi mencegah perceraian, Pengadilan Agama Sinjai, tak henti-hentinya melakukan mediasi dengan pasangan suami istri sebelum kasus perceraiannya diputuskan di pengadilan. 


"Kami sudah mengupayakan semua kasus agar 
bisa diselesaikan dengan damai, tetapi ada beberapa kasus yang tetap bersikeras untuk pisah," tuturnya.


Menurutnya, bagi pasangan yang tetap bersikeras cerai dan ingin menjalani sidang, maka mereka harus mengupayakan berbagai bukti yang kuat. Semisal, istri menggugat suami karena selingkuh. Dengan demikian, istri harus menyertakan bukti.


"Alasan-alasan yang tertulis dalam gugatan, harus bisa dibuktikan," tandasnya.


Penulis: Syarif/A