Skip to main content

Hamdan Juhannis "Melawan Takdir", Rektor Uin Alauddin Pilihan Menag dan Sekampung JK

Hamdan Juhannis
Rektor Terpilih Uin Alauddin Makassar, Profesor Hamdan Juhannis pada suatu kegiatan di Kabupaten Wajo. (NU Online)

KABAR.NEWS, Makassar - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, memilih Profesor Hamdan Juhannis sebagai Rektor Uin Alauddin Makassar periode 2019-2023. Dia akan dilantik di Gedung Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

 

"Insya Allah siang ini Pukul 14.00 WIB Rektor UIN Alauddin Makassar yang baru akan dilantik oleh Menteri Agama RI di Jakarta," kata Humas Uin Alauddin Makassar, Ismi Sabariah melalui keterangan tertulisnya kepada KABAR.NEWS.

 

Hamdan dipilih Menag Lukman setelah melalui tahapan penjaringan yang cukup panjang sejak April 2019, dari tingkat Senat Uin Alauddin Makassar hingga di Kementerian Agama. Dia mengalahkan delapan kandidat calon rektor lainnya. 

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 68 tahun 2015, pada pasal 8 disebut bahwa Rektor atau Ketua Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) dipilih secara langsung oleh Menteri.

 

Namun, sebelum Prof Hamdan Juhannis ditetapkan oleh Menteri Agama, menurut pasal 6 PMA 68 tahun 2015, tim seleksi yang terdiri dari 7 orang telah menyodorkan tiga nama kepada menteri untuk menetapkan dan mengangkat satu nama menjadi rektor terpilih. 

 

Dipilihnya Hamdan sebagai Rektor Uin Alauddin Makassar menjadikan dirinya sebagai rektor termuda di kampus berjuluk peradaban tersebut. Pria kelahiran 27 Maret 1971 itu sebelumnya menjabat Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Uin Alauddin.


Sosok Hamdan Juhanis mulai populer melalui buku berjudul "Melawan Takdir". Buku bergenre otobiografi ini terbit tahun 2013 mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai seorang yatim yang lahir di Desa Mallari, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. 


Desa tempat lahir dan besar Hamdan Juhannis ini juga adalah kampung halaman Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Otobiografi Hamdan Juhannis dalam buku Melawan Takdir, diangkat menjadi film dengan judul yang sama dan tayang pada April 2018.

 

Hamdan Juhannis disebut sebagai sosok intelektual iconik di Kampus Uin Alauddin, karena berhasil meraih gelar Professor di bidang Sosiologi Agama saat masih berumur 38 tahun. 

 

Dia memulai studi sarjana di IAIN Alauddin, kemudian berlanjut meraih gelar magister dari Universitas McGill Kanada. Tak sampai di situ, Hamdan Juhannis mendapat gelar PhD atau doktor di Universitas Nasional Australia atau ANU, Canberra. Salah satu kampus paling bereputasi baik di Negeri Kangguru.

 

Adapun delapan calon Rektor Uin Alauddin yang dikalahkan Prof Hamdan Juhannis antara lain Prof Dr Muhammad Halifah Mustami, Prof Dr Abustani Ilyas, Prof Siti Aisyah, Prof Dr Darussalam, Prof Dr Ghalib, Prof Dr Muhammad Saleh Tajuddin, Prof Dr Arifuddin, dan Prof Dr Mardan.

 

loading...