Skip to main content

Hambat Pembahasan APBD 2020, Kopel: Golkar Jangan Sandra Kepentingan Publik

Paripurna
Ketua DPRD Sulsel Sementara Andi Ina Kartika (Kiri) dari Golkar Sulsel membatalkan agenda pengumuman nama nama pimpinan DPRD dalam rapat paripurna / Chaidir

KABAR.NEWS, Makassar - Belum jelasnya sikap Golkar dalam menentukan wakilnya untuk mengisi Jabatan Ketua DPRD Sulsel dianggap Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel sebagai pembajakan kepentingan publik.

 

Pasalnya melihat sikap Golkar tersebut, agenda prioritas yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak jadi tertunda.

 

"Makanya Kopel berharap jangan sampai  politisi (Golkar) hanya memikirkan kekuasaan dan lupa bahwa apa yang dilakukannya saat ini adalah pembajakan kepentingan publik demi menikmati APBD saja," tukas peneliti Kopel Musaddaq saat dikonfirmasi awak media, Selasa (9/10/2019).

 

Sejauh ini berdasar penelusuran KABAR.NEWS, sejumlah partai pemenang yang berhak mendapatkan jatah pimpinan DPRD Sulsel telah selesai dengan dinamika tersebut.

 

NasDem sendiri telah menunjuk Saharuddin Alrif sebagai wakil ketua defenitif, begitu juga Gerindra yang mengusung Darmawangsyah Muin. Demokrat dengan Ni'matullah dan terakhir dari PKS yang fix memandatkan Muzayyin Arif.

 

Kendati begitu tujuh nama Calon Ketua DPRD Sulsel dari Golkar belum juga ditentukan, kabarnya tarik menarik masih terjadi pada internal partai.

 

Nama-nama seperti Fachruddin Rangga, Sofyan Syam, John Rendeng, Andi Hatta Makkarama, Sulkifli Zain, Rahman Pina dan terakhir Andi Ina Kartika masih belum dapat restu dari Nurdin Halid selaku pimpinan DPW Sulsel.

 

Teranyar SK Pimpinan DPRD tanpa Golkar telah diterima Sekertaris Dewan dan telah diagendakan untuk diumumkan Senin kemarin, kendati belakangan agenda tersebut ditunda Andi Ina Kartika pada Rabu (9/10) besok. 

 

(Chaidir/CP/A)

 

 

 

loading...