Hadirkan Korporasi, Apindo Sulsel Ingin UMKM Termotivasi

Apindo Sulsel akan menggelar Raker dan juga ekspo UMKM.

Hadirkan Korporasi, Apindo Sulsel Ingin UMKM Termotivasi
Ketua Apindo Sulsel, La Tunreng saat jumpa pers Raker dan Ekspo UMKM di Hotel Claro Makassar, Kamis (18/11/2021).






KABAR.NEWS, Makassar - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Ekspo Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Hotel Claro Makassar pada 22-23 November 2021. Dalam ekspo UMKM tersebut, Apindo Sulsel akan menghadirkan sejumlah korporasi untuk menjadi motivasi bagi UMKM. 

Ketua Panitia Raker dan Apindo Sulsel UMKM Ekspo 2021, Anggiat Sinaga mengatakan gelaran ekspo dilakukan tidak hanya terkait transaksi meski hal tersebut sudah menjadi identik. Tetapi, Apindo Sulsel ingin UMKM termotifasi untuk berkembang. 

"Tetapi kali ini betul-betul hal yang sangat fundamental. Bagaimana ekspo yang kita gelar minggu ini bagian daripada motivasi untuk mengembangkan UMKM," ujarnya saat jumpa pers di Hotel Claro Makassar, Kamis (18/11/2021). 

Anggiat mengatakan UMKM merupakan kekuatan ekonomi Indonesia. Untuk itu, Apindo Sulsel ingin mendorong agar mendorong UMKM bisa kembali kuat. 

"Kita tahu bahwa kekuatan ekonomi Indonesia itu adalah UMKM. Artinya kita mencoba mentriger kondisi itu untuk menaikkan kembali UMKM," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel ini. 

Dalam ekspo nantinya akan juga dihadirkan sejumlah korporasi dan perbankan. Sejumlah perbankan yang akan dihadirkan yakni BNI, Bank Mandiri, dan BPD Sulselbar.

"Beberapa bank ini nanti akan membantu UMKM dalam pendanaan. Jadi ekspo ini betul-betul mempertemukan seluruh stakeholder yang memiliki kekuatan link bagaimana membangun kualitas," tegasnya. 

Sementara Ketua Apindo Sulsel, La Tunreng mengatakan Raker digelar untuk memperkuat organisasi sehingga menjadi sarana bagi dunia usaha memperjuangkan haknya. "Kita tentu berharap agar organisasi Apindo ini semakin kuat, solid dan memberi sarana untuk dunia usaha dalam rangka untuk memperjuangkan hak-hak," ujarnya. 

Terkait pelaksana ekspo UMKM, La Tunreng mengatakan sangat berbeda dan unik. Ia menegaskan, ekspo UMKM tidak menitik beratkan pada transaksi, tetapi juga bagaimana UMKM bisa membangun jaringan kepada korporasi termasuk perbankan.  

"Ekspo yang agak unik ini, bukan hanya terkait transaksi. Karena kita lebih memilih korporasi ini mempunyai andalan dan juga andalan atau prioritas," tegasnya. 

La Tunreng mengatakan pandemi Covid-19 menyebabkan seluruh sektor ekonomi di Indonesia, termasuk UMKM mengalami guncangan dan turbelensi. Akibatnya perekonomian sempat mengalami terjun bebas, meski pada pada kuartal III tahun 2021 sempat membaik. 

"Tapi di akhir ini pertumbuhan ekonomi hanya 2,52 persen, sehingga menimbulkan kegelisahan kepada pengurus. (ide) Pak Anggiat ini sangat cemerlang dan menyampaikan kepada saya bahwa jangan hanya raker saja, tapi kita menimbulkan ekonomi, sehingga terbentuklah ekspo UMKM," bebernya. 

La Tunreng menceritakan pada tahun 2007-2008 pernah terjadi masalah ekonomi, tetapi Indonesia tidak terpengaruh. La Tunreng menilai hal tersebut karena kuatnya UMKM Indonesia. 

"Berbeda ketika masuk pandemi Covid-19, tahun 2020 dan 2021. Kenapa ekonomi kita juga goyang, itu karena larangan-larangan untuk bergerak sehingga menimbulkan dampak keras terhadap UMKM kita," tegasnya. 

Kebijakan pemerintah seperti PSBB dan PPKM benar-benar memukul UMKM. Akibatnya, ekonomi Indonesia juga mengalami kontraksi cukup berat.

"Kita ingin membuat UMKM ekspo. Kami ingin menghadirkan korporasi seperti misalnya BNI, Bank Sulsebar juga bergerak di situ, Bank Mandiri dan juga perbankan," ucapnya. 

Dalam ekspo UMKM tersebut, panitia pelaksana menyiapkan setidaknya 50 stand.