Guru SD Muhammadiyah Jeneponto Mogok Mengajar Gegara Koleganya Bertingkah Aneh

Yayasan diminta mengeluarkan oknum guru tersebut

Guru SD Muhammadiyah Jeneponto Mogok Mengajar Gegara Koleganya Bertingkah Aneh
Gedung Sekolah Dasar Muhammadiyah di Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Sejumlah guru Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, melakukan aksi mogok mengajar. Mereka meminta kepala yayasan agar mengeluarkan seorang pengajar karena dianggap bertingkah aneh dan sangat meresahkan. 


Menurut Hartati, salah seorang guru yang ikut mogok, meminta agar koleganya itu dikeluarkan karena dinilai sudah tidak memiliki prinsip sebagai tenaga pendidik. 


"Kami ingin dia keluar karena meresahkan aktivitas di sekolah karena kerap berulah dan merugikan pihak sekolah khususnya murid," ujar Hartati kepada KABAR.NEWS di Jeneponto, Rabu (27/10/2021).


Hartati menegaskan, jika tuntutan mereka tak diindahkan, maka guru-guru akan kembali mogok. "Kami akan mogok terus jika tuntutan kami tak didengar," sambungnya.

Oknum guru yang dimaksud Hartati adalah ER. Dia disebut kerap melakukan hal yang tidak sepatutnya sebagai seorang guru. Salah satu yang membuat risau adalah ER sering menyegel ruang belajar tanpa alasan yang jelas.


Tindakan ER dikonfirmasi Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Jeneponto, Misbahuddin. Katanya, guru tersebut menyegel ruang belajar dan kuncinya dibawa pulang. ER sudah sering melakukan hal itu. Akibatnya, siswa tidak bisa belajar. Guru yang lain pun kelimpungan mencari ruangan.


"Aksi ER sudah lama terjadi, dia sering mengunci ruang melas 1 hingga digembok lalu kuncinya dibawa," kata Misbahuddin saat dikonfirmasi terpisah.


Selain menggembok ruang kelas, oknum ER juga menyegel toilet hingga dapur sekolah. "Para guru kecewa dan marah karena WC hingga dapur ikut disegel, tak terima  perlakuan tersebut, puncaknya mereka mogok," terang Misbah. 


Tak ingin berlarut panjang, Misbahuddin melaporkan kejadian ini kepada Yayasan agar memberi tindakan atau solusi. 


"Kami harapkan dengan kejadian ini, pihak yayasan menerima keluhan para guru sehingga aktivitas belaja mengajar natara guru dan murid bisa kembali normal," harapnya. 


Meski kelakuan oknum ER ini sering dilaporkan ke pihak yayasan, namun petinggi sekolah hanya memberikan sanksi ringan seperti teguran. Misbahuddin meminta kepada kepala Yayasan untuk mengambil tindakan secara tegas. 


"Agar masalah ini cepat selesai, saya kepala sekolah mewakili pengajar sangat meminta agar kejadian ini cepat diselesaikan oleh pihak yayasan," pungkasnya. 


Penulis: Akbar Razak/A