Gubernur Sulsel akan Kembali Fungsikan Bandara Bone, Layani Pesawat ATR

Menjadi gerbang utama transportasi udara bagi empat kabupaten di sekitarnya. Yaitu Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai.

Gubernur Sulsel akan Kembali Fungsikan Bandara Bone, Layani Pesawat ATR
Penampakan Bandara Arung Palakka, Bone (Kabar.News/IST)






KABAR.NEWS, Bone - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan perhatian untuk Pengembangan Bandara Arung Palakka yang terletak di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berharap Bandara Arung Palakk menjadi gerbang utama transportasi udara bagi empat kabupaten di sekitarnya. Yaitu Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai. Bandara ini sempat difungsikan, namun terhenti pelayanan penerbangan komersialnya sejak empat tahun lalu.

"Dari segi teknis, bandara ini tetap siap beroperasi. Pemprov Sulsel akan mengembangkan dengan memperbaiki akses jalan masuk. Sedangkan pemerintah pusat akan memperpanjang runway dari 1.200 meter menjadi 1.600-1.700 meter," kata Nurdin Abdullah di Bone dari Keterangan yang diterima KABAR.NEWS, Minggu (14/2/2021).

Nurdin Abdullah juga mengatakan, jika sebelumnya bandara ini hanya melayani pesawat caravan, selanjutnya akan melayani pesawat Jenis ATR-72. Bahkan pengembangan lebih jauh dapat dilandasi pesawat jenis boeing.

"Kami ini lagi merancang Sulsel terkoneksi termasuk Bandara Bone, ini sebenarnya bandara yang paling potensial. Kalau kita lihat dari segi lokasi, diantara seluruh bandara yang ada, Bone ini bisa kita jadikan hub," ujarnya.

Mantan Bupati Banteang dua periode ini juga mengaku akan meminta Kementerian Perhubungan agar run-way diperpanjang hingga 2.100 meter.

"Kalau bisa 2.100 meter, Boeing sudah bisa masuk di sini," sebutnya.

Tak hanya bandara, NA sapaan akrabnya, juga mengaku akan membangun kembali terminal. NA menyampaikan, sejauh ini subsidi tiket diberikan untuk beberapa penerbangan di Sulsel, termasuk nantinya di Arung Palakka.

Bandara ini dikonektivitaskan dengan bandara di Makassar, Selayar, Bira, Bua, Masamba dan Toraja.

"Kalau ini sudah terkoneksi semua, kita ingin Bone ini akan terhubung ke Palu, ke Kalimantan, karena memang Bone ini strategis sekali, apalagi perpanjangan runway tidak sulit. Jadi sekarang bandara ini sudah 60 hektare, kalau memang dibutuhkan perluasan lagi, Insya Allah kita bisa bantu," tuturnya.

Penulis : Darsil Yahya/B