Skip to main content

GMI Prabowo-Sandi, Ikut Bubar atau Bertahan?

Milenial Prabowo-Sandi: Ikut Bubar atau Bertahan?
Pendukung pasangan capres Prabowo-Sandi dari Gerakan Milenial Indonesia pada acara Young Entrepreneur Summit (YES) 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (10/4/2019). (Instagram/gerakanmilenialindonesia)

KABAR.NEWS, Makassar - Riwayat koalisi Indonesia Adil Makmur pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah berakhir, pasca Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan mereka pada Kamis (27/6/2019).


"Koalisi yang mengusung pasangan presiden dan calon presiden dalam pemilu presiden ini 17 April lalu, tugas Koalisi Adil dan Makmur dianggap selesai. Oleh karena itu, sejak hari ini beliau menyampaikan terima kasih, dan Koalisi Adil dan Makmur selesai," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani.


Baca juga: Gugatannya Ditolak MK, Prabowo: Kami Berserah Kepada Allah

Berakhirnya riwayat koalisi ini juga diprediksi berefek terhadap tim pemenangan pasangan capres nomor urut 02 di kalangan milenial termasuk, Gerakan Milenial Indonesia atau GMI.


Namun benarkah isu menyebut organisasi milenial "putra-putri" Papa Online sebutan Sandiaga Uno, ikut bubar seperti senior mereka di koalisi BPN? Sekretaris GMI Sulawesi Selatan (Sulsel), Putri Utami Muis menampik ihwal tersebut. 


Dia mengatakan GMI tidak akan bubar dan tetap ada sebagai wadah produktif anak muda, sekaligus ruang melanjutkan gagasan Prabowo-Sandi.


"Kita tetap bisa berjuang untuk menjalankan program yang diperjuangkan 02 dalam aspirasi ke badan legislasi atau forum-forum lainnya seperti pesan pak prabowo," kata Putri Utami Muis kepada KABAR.NEWS via telepon, kemarin.


GMI merupakan corong politik Prabowo-Sandi yang khusus menggarap segmen anak muda usia 17- 35 tahun. Meski terbentuk saat awal masa kampanye Pilpres, tapi struktur organisasi ini ada hingga tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.


Di sejumlah daerah, mereka yang tergabung dalam GMI berasal dari calon legislatif (caleg) parpol koalisi Prabowo-Sandi, juga mahasiswa dan bahkan pelajar sekolah. Di tingkat pusat, relawan ini dipimpin selebritas media sosial cum fashionpreneur yaitu Tarisa Anindita Tutuko atau Sasha Tutuko.


Peserta Rakornas GMI di Solo beberapa waktu yang lalu. (Instagram/gerakanmilenialindonesia)
Peserta Rakornas GMI di Solo beberapa waktu yang lalu. (Instagram/gerakanmilenialindonesia)

Sementara di tingkat Sulsel, GMI dinakhodai Amirul Yamin, caleg Partai Demokrat yang tak lain adalah putra Mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin. 


Baca juga: Jusuf Kalla Nilai Munas Golkar Tak Perlu Dipercepat

Putri melanjutkan, GMI tak akan menjadi partai politik. Mantan Ketua Kohati Badko Sulselbar itu juga menyebut kemungkinan organisasi ini juga tak berganti nama.


"Untuk saat ini masih GMI, saya yakin juga tidak bakal diganti karena nama ini sudah lebih dikenal dan berangkat dari semangat perjuangan yang baik kemarin bersama Prabowo-Sandi," klaim Putri, seraya menambahkan GMI resmi terdaftar sebagai organisasi resmi diakui pemerintah.


"Untuk organisasi resmi alhamdulillah, sudah sah karena SK Kemenkumham telah terbit per tanggal 26 Maret 2019," tandas Putri.