Skip to main content

"Gelora orang-orang Persimpangan"

OPINI
(Enaldi Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Universitas Negeri Makassar)

KABAR.NEWS - Terwujudnya masyarakat adil Makmur yang diridhoi oleh Alllah SWT. Penggalang kalimat yang menjadi semangat Hijau Hitam dalam menadabur kebermanfaatan. Jumat 30 November 2018 menjadi saksi seruan aksi yang menggema oleh kawan-kawan dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bone yang sempat menarik perhatian publik terkhusus nya para aktivis.

Senandung merdu berisi aspirasi keberpihakan kepada rakyat dengan lantang disuarakan. Menjadi insan akademis adalah konsekuensi melawan segala bentuk penyimpanan kebajikan penguasa.

Gejolak penolakan untuk kenaikan tarif 50% PDAM yang sebelumnya digelar aksi damai berakhir ricuh. Jalan Romantis (Demonstrasi) yang ditempuh dalam menyelesaikan masalah dinilai masih memiliki power yang lebih dibandingkan dengan jalan yang lain.

Terlepas dari persoalan tindakan premanisme dan pro kontra dari warga net tidak menjadikan surut napas perjuangan para elit perlemen jalanan di tanah bumi Arung Palakka. Hal ini menjadi bukti bahwasanya, masih ada segelintir pemuda yang kemudian rindu akan keadilan, masih ada segelintir mahasiswa rindu akan perubahan.

Bukankah idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda (Tan Malaka). Letupan ini mudah-mudahan menjadi pemicu untuk teman-teman tetap konsisten berada pada barisan perjuangan bersama rakyat. Sebab hantaman zaman membuat anak muda lebih individualis, materialis dan tidak peka dengan beragamnya isi isu sosial. Waktu terkuras habis hanya untuk bercumbu dengan layar kecil yang selalu ditatap setiap saat. Meraka seakan terpenjarakan oleh teknologi.

Identitas mahasiswa bukan hanya simbol yang disematkan, melainkan sebuah konsekuensi logis yang harus dipertanggungjawabkan. Jalan yang tidak berujung adalah jalan perjuangan, suara bising pengeras suara adalah penanda jeritan penderitaan rakyat. Semoga selalu merdeka dalam berfikir dan rasional dalam bertindak.

Padamu anak muda, bangsa ini dititipkan, nahkoda tangguh yang akan membawa ibu pertiwi ini berlabu pada cita-cita para founding fathres kita. Maju dan gaduhnya bangsa ini berada dipundakmu.

Menjadi orang-orang persimpangan adalah sebuah bentuk manifestasi perjalanan ritual kaum intelektual yang telah sampai pada puncak kesadaran kritis. Meskipun memilih jalan menjadi orang persimpangan bukan sebuah jalan yang mudah.

 

 

loading...