Skip to main content

Gelar Musrenbang, Danny Pomanto: Nomor Satu adalah Performa Ekonomi

Bappeda Makassar
Musrenbang kota Makassar yang digelar di Hotel Claro Makassar, Senin (25/3/2019).


KABAR.NEWS, Makassar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Makassar di Hotel Claro, Makassar, Senin (25/3/2019).


Wali kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan forum antar seluruh stakeholders pembangunan.


Baca Juga:


"Jadi kegiatan ini melakukan klarifikasi dan penajaman usulan stakeholders sekaligus menyampaikan rancangan RKPD yang memuat arah kebijakan," ucap Danny.


Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Makassar telah mengusung tema "peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk pertumbuhan Makassar 4.0" dalam rangka mempertahankan kinerja pembangunan tersebut.


Danny juga menegaskan agar penyusunan RKPD tahun 2020 agar memperkuat pendekatan penganggaran berbasis program prioritas (money follow program) yang berdasarkan pada bobot program sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan memberi solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan di kota Makassar.


"Nomor satu adalah performa ekonomi, apa gunanua begitu jago pemerintahan tapi ekonominya tidak naik, masyarakatnya tidak sejahtera," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Makassar, Andi Khadijah Iriani menegaskan bahwa indikator-indikator tersebut merupakan acuan bagi Bappeda untuk terus naik.


"Kita menginginkan RKPD 2020 dimana tidak memiliki RPJMD, tidak tetap harus eksis. Jangan biarkan Makassar mundur lagi," ungkapnya.


Sama dengan Danny, Iriani juga mengedepankan indikator ekonomi yang menjadi sesuatu yang sangat nampak.


"Yang kita harus perhatikan adalah pertumbuhan ekonomi kita, apa yang kurang itu yang kita genjot," ucapnya.


Ia menerangkan, terdapat 10 sasaran RPJPD yang melibatkan seluruh SKPD untuk mengambil sasaran tersebut dan melaksanakan melalui Rencana Kerja (Renja) SKPD.


"Jadi rencana ini yang akan menjadi Renja SKPD selama satu tahun karena kita tidak memiliki RPJMD, seandainya kita memiliku RPJMD, tenang, tinggal ditarik semua. Langsung ada indikator yang jelas," ucapnya.

  • Ratih Sardianti Rosi

 

loading...