Gegara Insentif Nakes Belum Dibayar, Bupati Jeneponto Larang 2 Kadis Ikut Rapat

Diminta segera mengurus administrasi pencairan Insentif

Gegara Insentif Nakes Belum Dibayar, Bupati Jeneponto Larang 2 Kadis Ikut Rapat
Bupati Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Bupati Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Iksan Iskandar melarang dua kepala dinas atau OPD saat hendak ikut rapat Coffee morning di ruang Pola Panrannuanta, kantor Bupati, Senin (26/7/2021).


Ketiga OPD itu ialah Kepala Dinas Kesehatan Nursanti Mansur dan Kepala BPBD Ikrar Iskandar. Nama terakhir tak lain adalah saudara Iksan. Satu lainnya adalah Direktur RSUD Jeneponto, dr. Bustaming. (Baca juga: Nakes di Jeneponto Mengeluh, 11 Bulan Insentif Penanganan Covid-19 Belum Dibayar)


Iksan Iskandar mengatakan, ketiganya tidak diberi kesempatan ikut Coffee Morning lantaran administrasi terkait pencairan anggaran Covid-19 di instansi mereka belum diselesaikan, khususnya insentif tenaga kesehatan (Nakes).


"Bukan diusir, selesaikan cepat (Insentif Nakes), jangan ikut rapat. Pergi sana selesaikan. Saya minta hari ini selesai," ujarnya kepada KABAR.NEWS usai Coffee Morning.


Dia mengaku kasihan kepada para Nakes yang berjuang menangani Covid-19, karena sejak September 2020 hingga sekarang mereka belum mendapat apa-apa.


"Kita mau segera bagaimana anggaran -anggaran yang berhubungan dengan Corona ini segera dicairkan. Karena petugas ini kasihan sudah jenuh juga sejak bulan 10 tahun 2020 belum dapat apa-apa. Makanya segera dicairkan," jelasnya. (Baca juga: PPKM Mikro di Jeneponto, Iksan Iskandar Tetap Izinkan Acara Pernikahan)


Iksan menjelaskan, bahwa lambatnya proses pencarian anggaran karena administrasi keuangan dinilai sangat rumit.


"Administrasi keuangan ini begitu ribet sehingga teman-teman di BPKD juga tidak mau diadakan pemeriksaan karena berakibat nanti. Jadi serba hati-hati. Jangan ada pelanggaran," pungkas Iksan.


Penulis: Akbar Razak/A