Skip to main content

Gegara Baju, Dua Siswi SMP di Makassar Adu Jotos

ilustrasi
Ilustrasi. (INT)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Perkelahian antar pelajar di Makassar kembali heboh di sosial media. Video yang berdurasi lima menit ini memperlihatkan pelajar putri saling adu kekuatan dengan melakukan perkelahian. Dalam video tersebut, terlihat beberapa rekannya hanya menonton.

 

Video tersebut diduga direkam oleh temannya sendiri. Informasi yang dihimpun, perkelahian itu dilakukan oleh siswa berinisial PN (15) dan ND (15). Mereka merupakan pelajar putri yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP di Kota Makassar.

 

Kapolsek Makassar, Kompol Usman saat dikonfirmasi mengatakan, video perkelahian itu terjadi pada 9 Januari 2018 lalu. Mereka berduel di sekitar Jalan Salahutu, Kota Makassar, di malam hari.

"Berdasarkan keterangan ND, ia dijemput oleh PN untuk selesaikan masalahnya berdua. Kemudian setelah berbicara sekitar satu jam, mereka sepakat untuk berkelahi," kata Usman kepada KABAR.NEWS, Sabtu (13/1/2018).

Usman menjelaskan, perkelahian antar kedua pelajar putri ini hanya persoalan sepele, namun dibesar-besarkan. "Ini masalah hanya gara-gara baju kaos. PN yang pinjam bajunya ND tapi tidak dikasi kembali, tetapi ND juga diduga cerita keteman-temannya, bahwa PN pinjam baju tapi tidak dikasi kembali," tambahnya.

 

Usai perkelahian pada 9 Januari 2018 tersebut, PN langsung melaporkan ND ke Polsek Makassar. Sehingga laporan itu langsung diproses dan menahan ND selaku terlapor.

 

"ND sudah ditahan beberapa hari lalu, tetapi kita berusaha kepada keluarga PN untuk memediasi kasus ini, agar diselesaikan secara kekeluargaan. Karena mereka juga saling lapor," katanya.

 

Usman juga menyebutkan, keduanya masih di bawah umur, sehingga pihaknya berharap agar keduanya berdamai. Karena mereka berteman. Terlebih kasus ini masuk dalam UU perlindungan anak.

 

Lebih jauh, kata Usman, sebelumnya tepat pada 27 Desember 2017 lalu, juga sempat terjadi perkelahian antar keduanya. Awalnya PN bersama kakaknya, Dina serta teman prianya Badra. Mereka menghadang ND yang melintas di Jalan Veteran Utara yang saat itu berboncengan bersama sepupunya. Tiba-tiba saja PN menampar ND.

 

Kejadian lalu berlanjut ke Jalan Jalahong, dimana PN bersama kakaknya memaksa ND ke Jalan Jalahong tepatnya di depan SD IKIP I. Saat itu juga PN lalu mengeroyok ND, bahkan menusuk wajah ND menggunakan tusuk sate. Kejadian itu dilihat warga lalu membubarkan pengeroyokan.

 

ND lalu meminta warga mengantarnya pulang ke rumahnya di Jalan Ablam 3, Lorong I, Kelurahan Bara-barayya Induk, Kecamatan Makassar. Orang tua ND tidak terima lalu mendatangi rumah PN di Jalan Jalahong, Kelurahan Barabarayya Induk. Bertemu dengan orang tua ND, orangtua ND lalu meminta maaf dan berjanji mengawasi anaknya.

 

Namun kejadian itu kembali terulang, dan saat ini ND masih sementara ditahan di Mapolsek Makassar sembari menunggu pihak keluarga PN untuk mencabut laporannya dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

 

  • Lodi Aprianto