Skip to main content

Garap Film Dokumenter Bugis Makassar Secara Ilegal, 5 WNA Turki Sudah Kunjungi Toraja dan Bulukumba

Kepala Kantor Imigrasi Klas I Makassar Andi Pallawarukka saat ditemui di Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Kamis (18/10/2018).


KABAR.NEWS, Makassar - Kearifan lokal yang dimiliki Sulsel, mencuri perhatian hingga mancanegara. Akibatnya, lima warga negara asing (WNA) asal Turki menggarap film dengan mengangkat budaya Bugis Makassar.


Lima WNA yang langsung terbang ke Sulawesi Selatan ini masing-masing, Mr. Sinan asal Turki Istambul, Rezhad asal Turki, Mustafa asal Turki Istambul, Tahir Enes asal Turki Istambul dan Hakan asal Turki. Dan demi untuk mensukseskan programnya, WNA ini membawa karyawan televisi swasta nasional bernama Abriansyah Adinata.


Baca Juga: 


Kepala Kantor Imigrasi Klas I Makassar, A Pallawarukka mengatakan, ke lima WNA ini tertangkap tangan melakukan pembuatan film dokumenter di Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.


"Mereka membuat film terkait budaya atau kearifan lokal Sulawesi Selatan (Bugis Makassar). Tapi nanti kita akan dalami lagi karena sementara dalam pemeriksaan," kata A Pallawarukka saat ditemui di Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, Kamis (18/10/2018).


Dia menyebutkan bahwa keberadaan WNA ini di Sulawesi Selatan telah ada beberapa hari lalu. Awalnya, hanya satu orang yang datang pada tanggal 15 September dan sedangkan keempat WNA lainnya baru menyusul pada tanggal 26 September 2018.


"Di Sulawesi Selatan, mereka telah mengunjungi beberapa Kabupaten, seperti di Tanah Toraja, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa," tambahnya.


Garapan film dengan mengangkat budaya Bugis Makassar ini terpaksa harus berhenti, karena WNA ini langsung diamankan pihak Imigrasi Klas I Makassar karena diduga telah menyalahi aturan izin kunjungan. Mereka hanya menggunakan pasport Wisata, sedangkan di Sulsel mereka bekerja yaitu melakukan syuting.


"Salah satu dari mereka merupakan artis papan atas di Turki. Dan mereka saat ini telah diamankan dan dimintai keterangan di Kantor Imigrasi Makassar. Dan apabila pelanggarannya tidak berat maka akan di deportasi sebentar malam ke Jakarta, dan sekitar pukul 00.40 berangkat ke Dubai," pungkasnya.

  • Lodi Aprianto


loading...