Skip to main content

Ganti Rugi Pembebasan Lahan Rel Kereta Api Tak Sesuai, Warga Maros Gelar Unjuk Rasa

Ganti Rugi Pembebasan Lahan Rel Kereta  Api Tak Sesuai, Warga Maros Gelar Unjuk Rasa
Ratusan masyarakat dan mahasiswa di Maros melakukan aksi unjuk rasa terkait pembebasan lahan rel kereta api di Kabupaten Maros. (KABAR.NEWS/Fahrul) 


KABAR.NEWS, Maros - Ratusan warga dan mahasiswa melakukan unjuk rasa terkait ganti rugi pembebasan lahan rel kereta api yang dinilai tidak sesuai pada empat kecamatan di Kabupaten Maros.

 

Salah satu peserta aksi Bapak Jamal dari kecamatan Marusu menyampaiakan bahwa harga tanah yang ditetapkan panitia pembebasan lahan sangat rendah dan tidak sesuai. 

 

"Harga yang ditetapkan panitia dan tim Appraisal sangat rendah, tanah saya di Marusu sudah ditawari Rp2.000.000 per meter, malah ditawari dari tim pembebasan lahan hanya Rp94.000,"jelas Jamal.

 

Belum lagi kata dia, tidak pernah ada penyampaian dan musyawarah sebelumnya kepada masyarakat melainkan hanya pemanggilan untuk proses penandatanganan surat pesetujuan. 

 

Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maros Misbahuddin Nur selaku perwakikan mahasiswa mengatakan, HMI bersama masyarakat dari kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru, dan Marusu merasa perlu untuk meyuarakan hal tersebut ke DPRD Maros. 

 

"Kami mendampingi masyarakat dari empat kecamatan ini untuk menyampaikan apa yang masyarakat rasakan. Kebanyakan masyarakat takut untuk bersuara, maka dari itu kami turun untuk mendapingi langsung," jelas misbahuddin Nur. 

 

Aksi yang sempat diwarnai pembakaran ban ini berlangsung cukup damai. Ratusan masyarakat dan mahasiswa kemudian dipersilahkan masuk ke gedung DPRD Maros untuk menyampaiakan aspirasinya.

  • Fahrul
     

 

loading...