Skip to main content

Gandeng Polisi Pengamanan Eksekusi Fiduasia, WOM Finance: Target 30 Persen Bisa Kembali

Business Head WOM Finance Regional Kalimantan Sulawesi, Bambang Purwama bersama Quality Assurance & Litgason Division Head, Muhammad Akmal.(KABAR.NEWS)


KABAR.NEWS, Makassar - Masalah Fidusia menjadi momok bagi setiap finance atau pembiayaan untuk melakukan eksekusi jaminan kepada konsumen. Untuk itu PT Wahana ottomitra Multiartha (WOM) Finance menggandeng kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Makassar.


Untuk memberikan pemahaman terkait somasi bagi konsumen over alih, WOM Finance menggelar seminar dinamika eksekusi jaminan Fidusia yang dimana dihadiri 14 Kapolsek dan Pelaksana tugas (Plt) Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diary Astetika di Hotel Horison Jalan Jend Sudirman Makassar, Selasa (14/8/2018). 


Baca Juga: 


Business Head WOM Finance Regional Kalimantan Sulawesi, Bambang Purwama mengatakan pelaksanaan seminar merupakan bentuk sosialisasi secara lebih mendalam mengenai pemberian somasi kepada kosumen over alih. 


"Kami berharap kegiatan ini bisa terjalin kerja sama yang baik dengan pihak kepolisian untuk masalah somasi kepada konsumen terkait over alih," ujarnya. 


Bambang mengaku diharapkan dengan terjalinnya kerja sama dengan pihak kepolisian diharapkan bisa menurunkan angka over alih yang dimana selama 3 tahun terakhir mencapai Rp 15 miliar. 


"Kami berharap ini bisa turun, kalau somasi kepada konsumen over alih bisa berjalan dengan baik karena didampingi polisi," sebutnya. 


Ia menargetkan dari angka Rp 15 miliar tersebut, WOM Finance bisa mengembalikan 30 persen over alih. 


"Kita sudah 10 persen atau sekira 150 unit over alih yang sudah ditindak. Ini masih belum optimal dan kita berharap nanti bisa 100 persen," paparnya. 


Sementara itu, Quality Assurance & Litgason Division Head, Muhammad Akmal, manjelaskan bahwa sosislisiai kepada Kepala Cabang dan pihak kepoisian terkait dengan somasi konsumen diharapkan dapat memberikan efek jera dan meminimalisasi kerugian perusahaan. 


"Kami ingin menyamakan persepsi terkait pelaksanaan somasi konsumen over alih. Proses pemahaman persepsi ini dilakukan agar dinamika eksekusi jaminan fidusia dalam penyelesian kredit macet sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujarnya. 


Ia menambahkan pihaknya akan menjalankan Peraturan Otoritas Jasa keuangan (POJK) nomor 29 tahun 2014 dan Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2011. 


" Tujuannya polisi hanya melakukan pendampingan saat dilakukan eksekusi jaminan fidusia. Ini kami lakukan hanya kepada konsumen yang tidak memiliki etikad baik," pungkasnya.

  • Ulfa

 

loading...