Gaji PNS Jeneponto Terjerat Kasus Narkoba akan Dipotong

Menurut Kepala BKPSDM Jeneponto, Imam Bohari.

Gaji PNS Jeneponto Terjerat Kasus Narkoba akan Dipotong
Kepala BKPSDM Jeneponto, Imam Bohari. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jeneponto, Sulawesi Selatan, akan memberikan sanksi pemotongan gaji kepada setiap pegawai negeri sipil (PNS) yang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.


Hal ini ditegaskan Kepala BKPSDM Jeneponto, Imam Bohari, menyusul adanya seorang PNS yang ditangkap polisi pada Rabu, 31 Maret 2021, karena diduga menguasai narkoba jenis sabu. PNS inisial HU tersebut telah ditahan di Mapolres Jeneponto.


"Yang pasti kalau benar seperti itu, maka pasti pimpinan akan mengambil langkah-langkah seperti menonaktifkan dalam jabatanya, sambil menunggu proses hukum lebih lanjut dari pihak yang berwenang," kata Imam Bohari kepada KABAR.NEWS, Sabtu (3/4/2021).


Bohari mengaku baru mengetahui adanya PNS yang ditangkap dalam kasus narkoba. PNS HU diketahui menduduki jabatan sebagai salah satu di Pemkab Jeneponto.


Selain menonaktifkan dari jabatannya, gaji oknum PNS yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba tersebut juga akan dipotong sebesar 50 persen. 


"Kalau sudah ada surat resmi untuk penahananya, maka sudah dapat ditahan gajinya untuk 50 persen," ungkapnya. 


Kata dia, ketentuan ini tertuang dalam undang-undang ASN nomor 5 tahun 2014 dan peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010. Atas kasus ini, Imam Bohari menganggap sebagai tamparan keras bagi instisuti, sehingga layak diberikan sanksi. 


"Iya sudah pasti begitu, makanya oknum tersebut harus diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada," tegasnya.


Sebelumnya, HU ditangkap polisi lantaran kedapatan memiliki narkiba jenis sabu dengan berat bruto 0,75 gram. HU ditangkap di Jalan Lanto Daeng Pasewang.


Penulis: Akbar Razak/B