Skip to main content

Gadis Minasa Upa Dipaksa Layani 4 Sopir Petepete, tapi 'Bagian' Ini...

sopir petepete
Pelaku yang merupakan sopir petepete Makassar diamankan Polsek Panakkukang. 

KABAR.NEWS, Makassar - Tindakan asusila kembali terjadi di atas transportasi umum di Kota Makassar. kali ini, yang menjadi korban dengan inisial WA (19) seorang karyawan swasta, warga Minasa Upa Kota Makassar.

Ia terpaksa harus menjadi alat pemuas nafsu bagi empat pria yang kesehariannya bekerja sebagai supir angkutan umum (Pete-pete Makassar) di depan pasar Jalan Hertasning Kota Makassar Sulsel, Minggu (14/1/2018) dini hari sekira pukul 02.00 Wita.

"Para pelaku melakukan aksi bejatnya diatas mobil pete-pete sebanyak dua kali dan Korban sempat melakukan perlawanan dan berteriak minta tolong. Namun tidak ada orang yang mendengar karena pada saat kejadian terjadi hujan lebat," kata Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap.

Ananda menjelaskan bahwa awalnya korban menggunakan jasa transportasi umum (petepete) Sabtu (13/1/2018) sekira pukul 21.00 Wita dengan maksud hendak pergi bekerja. Dan diatas mobil tersebut, ia hanya bersama dengan dua penumpang lainnya. 

Saat penumpang yang lain turun satu persatu ditempat tujuannya, pelaku yang merupakan sopir mobil tersebut membawa korban menuju Jalan Hertasning. 

Dimana saat itu hujan lebat dan arah jarum jam juga menunjukkan pukul 00.00 Wita sehingga situasi jalan sepi. 

Akibatnya, korban pun dijadikan pemuas nafsu dan sebagai bahan penghangat dalam derasnya hujan diatas mobilnya sendiri bersama dengan temannya yang lain.

Mendengar informasi tersebut kata Kapolsek Panakkukang, anggota Resmob langsung menindak lanjuti dan mencari pelaku. 

Alhasil, salah satu diduga pelaku bernama Sampara (22) berhasil diringkus yang tidak jauh di lokasi dan langsung dibawa ke Mapolsek Panakkukang.

"Saat diinterogasi, Sampara mengaku hanya melakukan pencabulan terhadap korban dengan cara mencium dan meraba-raba bagian tubuhnya dan tidak melakukan pemerkosaan,"jelasnya.

Hingga saat ini, pelaku (Sampara) masih diamankan di Mapolsek Panakkukang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Adapun korban, memaafkan pelaku yang telah membuat tak senonoh terhadap dirinya.

  • Lodi Aprianto