Figur Pilihan KABAR.NEWS: Pandemi & Tantangan Fashar Lindungi Kesehatan Warga Bone 

Andi Fashar terus berusaha maksimal agar laju penularan Covid-19 di daerahnya dapat ditekan. Usaha Fashar tak hanya menegakkan protokol kesehatan ketat, tetapi juga imbauan dan edukasi terus digalakkan. Pelibatan semua tim satgas menjadi penting dalam mengedukasi masyarakat Kabupaten Bone. 

Figur Pilihan KABAR.NEWS: Pandemi & Tantangan Fashar Lindungi Kesehatan Warga Bone 
Bupati Kabupaten Bone, Andi Fashar (kanan) dan tim penggarapan buku Kabar.News






KABAR.NEWS, BONE - Masa pandemi Virus Corona (Covid-19) menjadi ujian terberat para pemimpin di Daerah. Selain harus berjibaku menekan laju penularan, penyelamatan perekonomian juga harus dikedepankan. Kehadiran vaksin tak berarti pandemi telah usai. Belum banyak pilihan bagi mereka. Hanya buah kebijakan terbaik yang mampu menyelamatkan jutaan nyawa.


Awal 2020 menjadi masa-masa sulit yang harus dihadapi para pemimpin daerah di Indonesia. Karena tak semua pendahulu mereka dihadapkan dengan kondisi pandemi. Ancaman virus mematikan di depan mata. Banyak dari mereka bahkan telah bertumbangan. Bertahan tanpa persiapan adalah sebuah kemustahilan.


Masalah inilah yang mendasari Tim riset media online KABAR.NEWS memilih para figur Kepala Daerah untuk diabadikan rekam jejaknya saat masa pandemi. Kisah dan perjuangan mereka saat daerahnya digempur virus corona menjadi layak diabadikan dalam jejak tertulis. Selain menjadi investasi masa depan, juga akan menjadi warisan edukasi bagi generasi yang akan datang.


Salah satu figur pilihan kami adalah Bupati Kabupaten Bone, H. Andi Fashar Mahdin Padjalangi. Ada beberapa poin pertimbangan redaksi mengapa kiprah Puang Baso sapaannya, layak direkam jejak kepemimpinananya dalam penanganan virus. Sehingga nantinya akan diterbitkan dalam buku cetak maupun e-book: "Siaga & Bertahan di Masa Pandemi Covid-19".

Maksimalkan Tim Satgas
Bupati Kabupaten Bone, Andi Fashar terus berusaha maksimal agar laju penularan Covid-19 di daerahnya dapat ditekan. Usaha Fashar tak hanya menegakkan protokol kesehatan ketat, tetapi juga imbauan dan edukasi terus digalakkan. Pelibatan semua tim satgas menjadi penting dalam mengedukasi masyarakat Kabupaten Bone. 


"Memang ada timnya, mulai dari pertama gugus tugas, berubah menjadi satgas dan semua terlibat di dalamnya. Sampai kepada tingkat Kecamatan bahkan sampai tingkat Desa. Dan semua punya posko," kata Fashar  saat menerima kunjungan KABAR.NEWS di Rumah jabatan Bupati Bone, Jumat (29/1/2020).

Fashar sadar, mengunci wilayah bukan solusi untuk menekan laju penularan. Apalagi sampai menghentikan aktifitas perekonomian. Fahsar yang juga Ketua DPD II Golkar Bone lebih memilih memaksimalkan protokol kesehatan ketat dan sebisa mungkin menghindari kerumunan. 


Bagi Fashar, Bone tidak bisa menutup diri dengan kehadiran warga luar. Ia tetap optimis, jumlah kasus yang meningkat dapat ditekan secara bertahap. 


"Termasuk tinggi sekarang Kabupaten Bone. Dan lajunya agak cepat. Kenapa demikian, karena orang sudah tidak bisa lagi dihalangi keluar dan masuk. Kemudian apa,  ruang usaha juga harus tetap kita buka," ujarnya. 

Edukasi dan Sadar Protokol Kesehatan
Memberikan pemahaman kepada masyarakat memang tidak mudah. Menurut Fashar, hal itu butuh kesabaran dan konsistensi dengan terus mengedukasi lewat sosialisasi maupun percontohan langsung. 

"Saya kira, yang diutamakan adalah pendekatan disiplin protokol kesehatan. Itu juga kembali kepada kesadaran masyarakat, karena kita terus berulang kali menyampaikan, bahkan sanksi juga tetap kita berlakukan. Usaha juga tetap kita perketat protokol kesehatannya, bahkan pada saat malam tahun baru tidak ada kegiatan sama sekali," ucapnya. 


Fashar menjelaskan, setiap Daerah punya tantangan tersendiri dalam memberikan pemahaman terhadap masyarakat. Ia tak ingin kesadaran akan pentingnya menjaga protokol kesehatan baru muncul saat ada yang terinfeksi. Olehnya, konsistensi Pemkab Bone dalam mengimbau dan mengedukasi harus terus terjaga agar masyarakat benar-benar memahami. 


"Tapi kembali lagi, kita tetap tidak ingin muncul kesadaran pada saat mulai tertular. Makanya selalu kita maksimalkan terus imbauan dan sosialisasi protokol kesehatan," katanya. 


Ekonomi Bone Stabil
Fashar mengatakan, kondisi pandemi memang banyak memukul sektor perekonomian di banyak Daerah. Tetapi tidak terlalu berdampak di Kabupaten Bone. Hasil pertanian di Daerah berjuluk bumi Arung Palakka tetap melimpah sehingga mampu menopang perekonomian.

"Kalau ekonomi kita di Bone Alhamdulillah, saya mau mengatakan bahwa pengaruhnya Covid terhadap ekonomi di Bone mungkin tidak sama dengan Daerah lain. Kenapa?  Yah karena kita memang Daerah ketahanan pangan. Jadi mungkin ada yang terdampak, tapi tidak banyak," ucapnya. 

Fashar mengaku bersyukur, ketahanan pangan di Bone masih mampu masuk 10 besar nasional. Dengan produksi beras Bone berada di rangking 7.

"Alhamdulillah saat orang susah kami rangking 7 nasional penghasil beras. Enggak juga surplus, tapi kami penghasil beras terbesar ketujuh secara nasional. Dan itu prestasi memang kami di Bone," katanya. 

Dikatakan Fashar, menjaga koordinasi antara semua pihak sangat penting saat ini. Termasuk intensitas komunikasinya dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. 

"Koordinasi dengan Gubernur jalan, kami tetap dalam bimbingan pak Gubernur, karena proyek-proyek dan kegiatan Provinsi itu banyak juga dilakukan di Bone," katanya. 


Kompak Tegakkan Protokol Kesehatan
Bagi Fashar, peran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sangat penting. Kolaborasi antar pimpinan institusi tersebut menjadi langkah penting dalam membantu penegakan ptotokol kesehatan. Selain berperan mengedukasi, para pimpinan juga menjadi contoh nyata untuk masyarakat. 


"Kalau kami dengan forkopimda Alhamdulillah solid, solid dalam artian sinerginya bagus tapi tetap berjalan dengan tupoksi masing-masing. Bukan berarti kami dekat sehingga mau-maunya dia, mau-maunya kita. Tidak. Kami bersama berkoordinasi dan sepakat menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan. Dan itu tanpa mengurangi tupoksi mereka masing-masing," ucapnya. 

Fashar terus berusaha menjaga sinergitas yang baik dengan tetap melibatkan forkopimda dalam agenda penting Pemerintahan. Apalagi yang berkaitan dengan penanganan virus.

"Itu aja kuncinya. Tidak ada kegiatan kita yang tidak menghadirkan forkopimda, contohnya hari ini, selepas sambut ketua pengadilan, peresmian lapangan tenis, mereka hadir semua," ujarnya. 

Fashar mengaku seluruh kebijakan yang dilakukan Pemerintah saat ini keseluruhan demi menjaga kesehatan masyarakat. Meski progres pembangunan terkendala karena pandemi, hal itu dianggapnya tak menjadi soal. Baginya, kondisi saat ini yang paling utama adalah menjaga kesehatan masyarakatnya. 

"kemungkinan refocusing lagi, itu yang  mengganggu pembangunan sebenarnya. Tapi mau diapa, kan sudah ada petunjuk presiden. Semua kembali kepada kepentingan masyarakat. Segala yang kami lakukan memang yang utama untuk kesehatan masyarakat," ucapnya.