Fasilitas Kesehatan Tak Memadai, Camat Liukang Tangaya Benarkan Warganya Berobat ke NTT

Akibat akses yang jauh dan tidak adanya kapal ambulans

Fasilitas Kesehatan Tak Memadai, Camat Liukang Tangaya Benarkan Warganya Berobat ke NTT
RS Dr R Sudjono Selong, Kabupaten Lombok Timur






KABAR.NEWS, PANGKEP - Miris betul melihat kehidupan masyarakat di wilayah terluar kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, seperti Liukang Tanngaya dimana akses dan peralatan pada pelayanan kesehatan yang kurang memadai, sehingga kembali memaksa warga yang ada di Pulau Kapoposang Bali, Kecamatan Liukang Tangaya untuk berjuang berobat di Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti yang diungkapkan Ketua Jaringan Kemanusiaan, M Ramli mengatakan, salah seorang bayi asal Pulau Kapoposang Bali terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) yang berada di Lombok agar bayi tersebut mendapat pertolongan medis. Pasalnya, akses untuk ke RS Pangkep ataupun Kota Makassar tak memungkinkan, mengingat belum tersedianya layanan ambulans laut di daerah tersebut.

“Lebih dekat jaraknya ke sana dari Puskemas Sailus soalnya anak ini lahir di Puskemas Sailus dan sesak nafas sejak 1 hari setelah lahir dan dipasang oksigen, setelah itu, dirujuk ke Lombok, mengingat sediaan oksigen juga terbatas dan tidak memungkinkan dibawah ke Makassar karena jarak dan tidak ada kapal maupun ambulance laut,” bebernya, Minggu (4/1/2021).

Olehnya itu, Ramli yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Liukang Tangaya sangat berharap pemerintah segera memberikan ambulans laut untuk wilayah Kecamatan Liukang Tangaya, agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin berobat.

“Ambulans laut ini sebenarnya penting sekali bagi warga yang ada disini. Namun, sampai saat ini juga kami tidak pernah menyaksikan keberadaan ambulans laut. Padahal disinilah pentingnya agar dapat digunakan saat ingin merujuk pasien,” ungkapnya.

Bayi  yang diberi nama Hasan itu kesulitan untuk biaya pengobatan selama di RS Dr R Sudjono Selong, Kabupaten Lombok Timur.

“Tidak ada juga BPJSnya, sementara di Lombok itu, orang tuanya harus menanggung Biaya perawatan Rp750.000 per malam, karena masuk status umum. Padahal mereka ini tergolong masyarakat kurang mampu juga. Itu lah mengapa kami inisiatif untuk membuka donasi. Agar bisa membantu meringankan bebannya,” bebernya.

Camat Liukang Tangaya, Aminullah Umar membenarkan sulitnya akses di wilayahnya kadang membuat tenaga medis kesulitan saat ada pasien yang hendak dirujuk ke Makassar ataupun ke Pangkep.

“Kondisi daerah disini memang sulit. Sebab harus memperhatikan cuaca. Namun terkait pelayanan kesehatan kita tetap optimalkan dengan adanya penempatan tenaga medis di masing-masing puskesmas untuk melayani masyarakat saat ada pasien atau ada yang dirujuk termasuk ke Lombok yang memang wilayahnya lebih dekat,” ujarnya.