Fakta-fakta Ayah Bejat di Jeneponto Gauli Putri Kandungnya

Dari dijanji HP hingga diancam dibunuh

Fakta-fakta Ayah Bejat di Jeneponto Gauli Putri Kandungnya
Ilustrasi. (Pixabay)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan kasus asusila ayah menyetubuhi putri kandungnya sendiri. 


Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap pria berinisial IC di Kecamatan Turatea, Jeneponto, pada Jumat, 27 November 2020. Pelaku menggauli buah hatinya sendiri yang berusia 15 tahun.


Polisi membeberkan modus awal mula korban disetubuhi ayahnya hingga korban depresi. Berikut fakta-faktanya:


Korban Dijanji Dibelikan HP untuk Belajar Daring


Kepala Sub Bagian Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul mengatakan, pelaku awalnya merayu korban dengan mengiming-imingi akan membelikan ponsel.


"Awal mulanya dia (korban) mengikuti nafsu bejat ayahnya karena diiming-imingi akan dibeliin ponsel," ujar Syharul kepada KABAR.NEWS via telepon, Sabtu (28/11/2020).

Baca juga: Istri Pergi Kerja, Suami di Takalar Cabuli Putrinya Berulang Kali


Setelah dijanjikan akan dibelikan ponsel, korban kemudian mengikuti kemauan sang ayah. Karena waktu itu, korban sangat butuh ponsel untuk keperluan sekolah.


Namun naas, setelah korban mengikuti segala kemauan dari ayahnya, justru ponsel yang dijanjikan sebelumnya hingga kini tak ditepati sampai dengan ayahnya di tangkap polisi.


Ayah Nodai Putrinya sejak Umur 12 Tahun


Kejadian yang menimpa korban ini telah berlangsung sejak 2017 yang mana saat itu korban baru berusia 12 dan masih duduk di bangku kelas 1 SMP.


AKP Syahrul menceritakan, pada 4 oktober 2020 merupakan kejadian terakhir atau yang kelima kalinya sang ayah kembali merayu anaknya. Korban saat itu menolak ajakan berhubungan intim.


Diancam Dibunuh


Tak hanya mengimingi putrinya dengan HP, ayah bejat juga bahkan mengancam akan membunuh korban jika birahinya tak dipenuhi.


Korban diancam akan dibunuh pada 4 Oktober 2020 saat terakhir ayah ingin melampiaskan nafsu bejatnya. Menurut Syahrul, kala itu korban sempat menolak namun dianiaya hingga mengikuti permintaan ayah.


"Terakhir kalinya itu pada saat mau melakuka itu (berhubungan intim) anaknya sempat menolak. Korban sempat dianiaya akhirnya anaknya nurut," ungkap AKP Syahrul.


Kasus ini terbongkar setelah korban  memberanikan diri untuk melapor tindakan tak senonoh ayahnya itu ke Polsek Binamu.


Setubuhi Anak saat Mabuk Ballo


Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku IC juga diketahui sering meneguk miras tradisional atau tuak jenis ballo sebelum menggauli putrinya.


Kata Syahrul, kejadian terakhir ayah bejat meniduri putrinya di bawah pengaruh Ballo. Saat itu, korban sedang menonton TV.


"IC pulang ke rumahnya setelah memgkomsumsi minuma Ballo (Tuak) dan naik ke atas rumah dan melihat korban sementara nonton TV," beber Syahrul, kemarin.

Modus Mencari Kutu


Modus terakhir IC menggauli putri kandungnya adalah memanggil dan menyuruh korban untuk mencarikan kutu di kepala ayah.

Baca juga: Lamaran Ditolak, Pria di Bone Sebar Video Mesum dengan Pacar


Setelah korban mengikuti kemauan IC, IC kemudian menyuruh korban untuk membuka celana sampai lutut sembari membaringkanya di atas kursi ruang tamu.


"IC juga membuka celananya sebatas lutut kemudian IC mengarahkan kelaminya ke kelamin korban," ujar Syahrul.

"Secara psikologis korban sudah tidak tahan menerima perlakuan seperti itu dari ayahnya," katanya.


Penulis: Akbar Razak/B