Skip to main content

Eksepsi Ratna Sarumpaet Ditolak Hakim PN Jaksel

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang di PN Jaksel.(INT)


KABAR.NEWS, Jakarta - Sidang lanjutan kasus hoaks Ratna Sarumpaet kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel). Sidang yang mengagendakan mendengarkan tanggapan jaksa atas eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa Ratna Sarumpaet. 


Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan eksepsi penasihat hukum Ratna Sarumpaet sudah melampaui batas ruang lingkup eksepsi, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 156 Ayat 1 KUHAP atau, dengan kata lain sudah di luar pokok materi eksepsi dan masuk dalam pokok materi perkara. 


Baca Juga:


"Menolak nota keberatan atau eksepsi penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya," sebut Jaksa Utama Muda, Daru Tri Sadono di Ruang Sidang Utama Prof. Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019) dikutip dari Viva.


JPU menegaskan, surat dakwaan penuntut umum dengan register perkara Nomor: PDM-21/JKTSEL/Euh.2/02/2019 tanggal 21 Februari 2019 adalah sah dan memenuhi syarat sebagai aman ditentukan dalam Pasal 143 Ayat 2 KUHAP.


"Menyatakan pemeriksaan terhadap perkara ini tetap dilanjutkan," katanya.


Sekedar diketahui, Ratna Sarumpaet ditahan polisi, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks,  5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik karena mengaku dianiaya sejumlah orang.


Cerita bohongnya itu lantas dibongkar polisi. Lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.


Jaksa Penuntun Umum pun mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

 

loading...