Efek Pandemi, Dana Kajian Bappeda Torut Berkurang Jadi Rp80 Juta

- Karena direfocusing

Efek Pandemi, Dana Kajian Bappeda Torut Berkurang Jadi Rp80 Juta
Plt. Kepala Bappeda Toraja Utara Irmawati Patandung di ruang kerjanya di Kantor Bappeda Torut, Marante, Selasa(14/12/2021).(KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Anggaran untuk pengkajian yang dikelola Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan, turun hingga R80 juta.


Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Torut Irmawati Patandung mengatakan, turunnya dana untuk mengukur tingkat kepuasaan masyarakat atas pelayanan publik tersebut, disebabkan pandemi Covid-19 hingga harus di-refocusing


"Awalnya dianggarkan Rp100 juta namun karena recofusing sehingga berkurang. Sehingga untuk kajian tahun ini kami hanya kerja sama dengan statistik. Namun sebelum covid-19 kami kerjasama dengan UKI Toraja," beber Irmawati saat ditemui KABAR.NEWS di kantornya, Selasa (14/12/2021).


Ditambahkan Irma bahwa total jumlah anggaran untuk Bappeda sendiri sebanyak Rp6,2 miliar pada 2021. Dengan rincian gaji dan tunjangan dengan total Rp2,5 Miliar, sementara Rp3,7 miliar penggunaan operasi dan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).


"Itu anggaran rutin dan tupoksi kami sebanyak Rp6,2 miliar, semua sudah di dalam itu pada tahun anggaran 2021 ini, dengan praktis dana Bappeda Torut Sebanyak Rp3,7M," pungkasnya.


Penulis: Febriani/A