Dukungan Kader Golkar Tentukan Sikap NH Ikut Pilgub Sulsel 2024

Jika sedikit akan matikan mesin politik

Dukungan Kader Golkar Tentukan Sikap NH Ikut Pilgub Sulsel 2024
Nurdin Halid dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Nurdin Halid (NH) mengatakan keputusannya untuk ikut Pilgub Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun 2024 tergantung besar-kecilnya dorongan kader Partai Golkar di semua tingkatan pengurus.


Jika dukungan sesama kader minim, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu bakal menghentikan mesin politiknya yang dikomandoi Farouk M Beta atau Aru dan Irwan Muin selaku ketua tim dan sekretaris.


“Tapi, bila dorongan kader Golkar kecil, maka cukup sampai di sini. Kita tunggu seperti apa laporan Pak Aru dan Irwan kerja mereka,” ujar NH  di Kota Makassar, Kamis (9/9/2021).


Kedatangan Ketua Umum Dekopin ini ke Makassar, tak lain untuk mengevaluasi bagaimana kerja-kerja politik timnya dalam menggarap dukungan Pengurus DPD II Golkar di Sulsel.


“Jadi kita evaluasi tim, sejauh mana kerja-kerjanya untuk menyerap aspirasi kader di daerah,” ujar mantan Ketua PSSI itu.


Sementara itu, Aru mengatakan, sejauh ini pihaknya masih bekerja menyerap aspirasi kader Golkar Sulsel. Mulai dari kader terbawah hingga pengurus DPD II se-Sulsel.


“Sudah ada tujuh hingga delapan DPD II yang menyatakan kesiapan bekerja untuk NH, termasuk sejumlah senior Golkar Sulsel,” kata Aru yang juga mantan Ketua Golkar Makassar.


Sekadar diketahui, pada Pilgub Sulsel 2018, NH dan Azis Kahar Mudzakkar kalah jumlah perolehan suara dari pasangan Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman (Prof. Andalan) 


Saat suksesi dua tahun lalu, NH - Azis meraup 1.162.751 suara atau selisih 867.303 suara dari Prof. Andalan berdasarkan hasil rekapitulasi KPU. NH - Azis saat itu disokong koalisi Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI.