Duit Paskibraka Jeneponto Rp200 juta, Diklaim Hanya Cukup 8 orang

Menurut Dispora butuh 500 juta

Duit Paskibraka Jeneponto Rp200 juta,  Diklaim Hanya Cukup 8 orang
Pengibaran bendera merah putih pada HUT RI ke-75 di Rujab Gubernur Sulsel. (Ilustrasi/KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Dispora Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengeluhkan anggaran sebesar Rp200 juta lebih untuk pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Duit tersebut dianggap kurang dibanding daerah lain.


Kepala Bidang (Kabid) Layanan Kepemudaan Dispora Jeneponto, Muh. Zainal Arifin kepada KABAR.NEWS mengatakan, alokasi dana untuk pembentukan Paskibraka tahun ini sebesar Rp200 juta lebih.


"Inilah yang menjadi pemikiran kita tapi kami sudah melaporkan ke kepala Dinas Dispora bahwa untuk tahun ini kita cuman anggarkan untuk formasi 8 karena anggaranya sangat minim yang kita dapat dari DPRD, sehingga dengan adanya surat edaran dan saya sampaikan bahwa ini yang harus kita carikan jalan keluar. Pak wakil bupati juga sudah mengiyakan, bagaimana Kadispora bertemu langsung dengan tim anggaran untuk membicarakan langsung," ujar Zainal di Jeneponto, Rabu (7/4/2021).


Menurut Zainal, anggaran Paskibraka Jeneponto dinilai yang paling rendah. Duit Rp200 juta tersebut dianggap hanya cukup untuk 8 orang anggota Paskibraka.


"Karena persoalanya 17 Agustus ini dilaksanakan sebelum anggaran perubahan. Sedangkan kalau dana dipaksakan dengan dana yang ada tidak bisa, bayangkan saja kalau dana yang ada cuman bisa menutupi 8 orang. Kalau melalui surat edaran harus formasi 74 orang, berarti luar biasa penambahan peserta," jelasnya. 


Ditanya soal anggaran yang diusulkan saat ini, dirinya enggan memberi tahu. Namun, ia mengaku akan bekerja terlebih dahulu untuk memasukan anggaran maksimal 71 peserta. 


Dia berpendapat, minimnya anggaran tersebut akan berdampak buruk, salah satunya Jeneponto dipastikan tidak akan mengibarkan sang merah putih pada perayaan 17 Agustus mendatang. 


"Karena saya takutnya nanti kalau Jeneponto tidak memakai formasi penuh berarti satu-satunya kabupaten di Sulsel yang tidak mengibarkan bendera formasi penuh, masa cuman 8 orang," klaim dia.


Dia bilang, Dispora Jenoponto telah mengusulkan anggaran paskibrakan sebesar Rp1 miliar. Usulan tersebut disesuaikan dengan paskibraka Provinsi Sulsel. Namun, berdasarkan keputusan pemangku kebijakan, usulan tersebut ditolak.


"Kalau di Pronvis kan usulan anggaranya sekitar Rp1 M lebih, di Kabupaten sendiri kemarin kita usulkan yah sekitar itu, tetapi karena alasan bahwa tahun lalu kan pandemi, dikhawatirkan juga tahun ini tidak terselenggara juga cuman perwakilan peserta semacam 4 orang, sehingga para pengambilan kebijakan  mengatakan yah itu saja dulu," terangnya.

"Yang ada anggadan di Dispora Rp200 juta lebih untuk sementara dengan formasi 8. Wah jauh, kalau kita mau pakai 71 peserta. Jauh kurangnya dan sangat kurang," pintanya


Lanjut dia, pihaknya sebenarnya membutuhkan anggaran diatas Rp500 juta untuk formasi 71 peserta. "Yah, kalau kalkulasi itu yang mau dipakai, yah mungkin tidak jauh sekitar kalau mau dipaksakan tanpa keluar karena disitu di DPA ada beberapa rincian, kalau ada anggaran sampai Rp500 juta untuk 71 orang kita akan berusahan mencukupkan," tandasnya.


Penulis: Akbar Razak/B