Skip to main content

Dugaan Suap Izin Reklamasi Pantai, KPK Amankan 6 Ribu Dolar dari OTT Gubernur Kepri

Gubernur Kepri
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun saat duduk di tepi pantai Pulau Daik Lingga, Riau. (Instagram/nurdin757)

KABAR.NEWS, Riau - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun, diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), kemarin. Nurdin dan beberapa pejabat Kepri diamankan lembaga anti rasuah terkait dugaan suap izin reklamasi pantai.

 

"Terkait izin rencana lokasi reklamasi," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

 

Febri menjelaskan, dari OTT ini KPK juga mengamankan barang bukti dugaan uang yang akan digunakan untuk suap izin reklamasi senilai 6.000 dolar Singapura (SGD).

 

"Ada uang yang kami amankan dari operasi hari ini, sekitar SGD 6.000, diduga ini bukan penerimaan pertama. Nanti tentu kami akan diidentifikasi dan dalami lebih lanjut mulai proses pemeriksaan ini," beber Febri.

 

Selain Gubernur Kepri, ada kepala dinas (kadis) dan kepala bidang Pemprov Kepri yang juga diamankan. 

 

"Totalnya sampai malam ini ada enam orang yang kami bawa ke polres setempat dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Enam orang ini ada dari unsur kepala daerah, kepala dinas terkait yang mengurus bidang kelautan, kepala bidang, PNS, dan pihak swasta," ujar Febri, dikutip dari Detik.com, Kamis (11/7/2019).

 

Saat ini keenam orang tersebur, termasuk Gubernur Kepri masih diperiksa intensif di polres setempat. Jika tak ada aral melintang, Kamis hari ini KPK akan membawa pihak yang terkait dengan dugaan suap ke Jakarta. 

 

"Karena, sesuai dengan hukum acara, KPK diberi waktu paling lama 24 jam, ya. Nanti akan ditentukan status hukum perkaranya apakah misalnya ditingkatkan ke penyidikan dan status pihak-pihak yang diamankan," sambung Febri.

 

loading...