Skip to main content

Kapolres Barru dan Jeneponto Batal Dimutasi, Ada Apa?

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono saat jadi irup serah terima jabatan (Sertijab) di aula SPN Batua Polda Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar.


KABAR.NEWS, Makassar - Upacara serah terima jabatan (Sertijab), Dir Intel, Kabid Propam, Wakapolrestabes Makassar, Kapolres Pinrang, Kapolres Palopo, Kapolres Sinjai, Kapolres Bulukumba berlangsung di Aula Pharamartha SPN Batua Polda Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (22/10/2018).


Sertijab yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono tersebut berjalan dengan lancar. Tapi, dalam sertijab itu nampaknya ada sesuatu yang aneh, pasalnya dua Kapolres jajaran Polda Sulsel tidak dilakukan sertijab. Mereka yaitu Kapolres Barru dan Kapolres Jeneponto.


Baca Juga: 


Sementara dalam surat telegram rahasia (TR) dari Kapolri, Jenderal Tito Karnavian nomor : ST/2597/X/Kep./2018, tertanggal 14 Oktober 2018, kedua Kapolres di jajaran Polda Sulsel tersebut ikut terkena mutasi atau pergeseran jabatan.


Dalam telegram tersebut, Kapolres Barru, AKBP Burhaman diangkat dalam jabatan baru Kabagdalops Roops Polda Sulsel. Sementara, untuk posisi lamanya akan dijabat oleh AKBP Musa Hengky Pandapotan Tampubolon dari Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sulsel.


Sementara Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadir Sabhara Polda Sulteng. Dan jabatannya akan diisi oleh AKBP Budi Wahyono dari Kasat Intelkam Polrestabes Makassar.


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat dikonfirmasi membenarkan dua Kapolres jajaran Polda Sulsel tersebut batal dilakukan mutasi. Dan pembatalan itu kata dia, karena permintaan dari Mabes Polri.


"Mereka masih diperlukan untuk pengamanan Pemilu 2019 mendatang," dalihnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, sesaat lalu.


Menurut dia, pembatalan ini merupakan hal yang wajar di tubuh polri. Sehingga, pejabat utama Polda Sulsel ini sedikit memberikan contoh dengan mengambil kasus Kapolres Palopo yang juga pernah batal di mutasi.


"Kemarin Kapolres Palopo juga diganti, tapi tidak jadi karena ada Pilkada," pungkasnya.


Sebelumnya, seluruh peserta yang melakukan sertijab di SPN Batua Polda Sulsel langsung diambil sumpah jabatan dan dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas.


"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya selaku pejabat Kepolisian Republik Indonesia akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar seluruh Pamen saat mengucapkan sumpah jabatan dihadapan Kapolda Sulsel.

  • Lodi Aprianto


loading...