Dua Alasan PPP Pilih Makassar Tuan Rumah Muktamar IX

Kakbah dan Rumah Adat Toraja jadi Logo Muktamar

Dua Alasan PPP Pilih Makassar Tuan Rumah Muktamar IX
Launching Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan. (IST)












KABAR.NEWS, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menceritakan alasan dipilihnya Makassar sebagai tempat pelaksanaan Muktamar IX PPP yang akan digelar pada 19-21 Desember 2020.


Yang pertama, menurut Arsul, selama ini Muktamar PPP itu dilaksanakan di pulau Jawa, satu sampai delapan.


Sehingga Makassar bukan hanya sebagai penyangga kekuatan partai, tapi memiliki landasan historis tersendiri untuk partai yang identik dengan kota hijau.


"Yang kedua, Sulawesi ini juga merupakan salah satu basis lumbung suara PPP dari waktu ke waktu, bahkan PPP ketika dalam masa sulit di pemilu 2019 kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan masih tetap baik, bagus kepada PPP dengan tergambarkan suara yang diperoleh PPP provinsi sana," kata Arsul dalam konferensi pers yang digelar di DPP PPP, Senin (2/11/2020). 


Selanjutnya, lanjut Arsul, ada empat kabupaten dimana PPP menjadi pemenang, dengan demikian PPP menduduki kursi sebagai ketua DPRD.


"Inilah alasan kami, sehingga kami memberikan penghormatanlah kepada seluruh jajaran partai, warga partai dan warga Sulawesi Selatan secara keseluruhan untuk bisa melihat kami ber-Muktamar di sana," jelas dia.


Sebagai informasi, Muktamar IX PPP akan digelar pada 19-21 Desember 2020 di Kota  Makassar, Sulawesi Selatan. Muktamar ini mengusung tema “Menyatukan Umat, Membangun Indonesia".


Tongkonan Jadi Logo Muktamar IX PPP

Tongkonan, Rumah Adat Toraja


Arsul kemudian menjelaskan logo Muktamar IX PPP, yang terdiri atas tiga aspek, Kakbah, Rumah Adat Toraja (Tongkonan) dan Bendera Merah Putih. Ia menjelaskan logo tersebut menandakan adanya sifat inklusif dalam PPP.


“Nah, dengan lambang itu, PPP itu menunjukkan, meskipun PPP, partai Islam, kami adalah partai yang inklusif. Partai islam yang ditambah dengan bendera merah putih yang melindungi kami. Kami adalah partai yang memegang teguh konsensus  bernegara kita, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Arsul.