DPRD Sinjai Minta Pilkades Serentak Tetap Digelar Meski Pandemi

Minta PMD Sinjai segera bentuk panitia pelaksana

DPRD Sinjai Minta Pilkades Serentak Tetap Digelar Meski Pandemi
Rapat Dengar Pendapat terkait penundaan Pilkades Serentak di ruang Aspirasi DPRD Sinjai, Senin (24/5/2021). (KABAR.NEWS/Syarif)






KABAR.NEWS, Sinjai - DPRD Kabupaten Sinjai, Sulsel, mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) segera membentuk Panitia Kabupaten Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2021 meski pandemi Covid-19.


Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Sinjai, Muhammad Wahyu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penundaan Pilkades serentak 2021 yang dihadiri OPD terkait, Senin (24/5/2021).


"Penundaan Pilkades serentak sesuai Permendagri no 72 tahun 2020 bisa ditunda jika status Covid-19 daerah meningkat, namun di Sinjai masih di zona Orange, apalagi juga diatur dalam Permendagri tentang protokol kesehatan Covid-19," jelasnya.


Bahkan, menurut Wahyu, bagaimana proses pelaksanaan Pilkades serentak di Sinjai bisa berjalan jika panitia saja belum dibentuk sehingga dia mempertanyakan apa dasar aturan Dinas PMD Sinjai tidak melaksanakan tahapan pilkades.


"Saya meminta agar segera membentuk panitia kabupaten Pilkades Serentak Sinjai dan tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan tahapan sesuai amanah undang-undang," tegasnya.


Ditambahkan oleh Hasna yang juga anggota Komisi I DPRD Sinjai, bahwa tidak ada alasan PMD menunda pilkades karena alasan anggaran. Menurutnya, dalam Permendagri nomor 72 tahun 2020 pasal 48, disebutkan bahwa pembiayaan pilkades itu dibebankan APBD, tetapi pilkades di masa pandemi bisa sharing dengan anggaran desa sesuai dengan kemampuan masing-masing desa.


"Jika perlu proses tahapan tetap berjalan sambil dinas PMD melakukan konsultasi ke Mendagri agar polemik tentang Pilkades di Sinjai tidak menyesatkan dan menjadi isu liar dikalangan masyarakat," bebernya.


Sebelumnya dalam rapat tersebut, Kepala Dinas PMD Sinjai Andi Hariani Rasyid menjelaskan Permendagri nomor 72  tahun 2020 tentang perubahan kedua atas peraturan Mendagri 112 tahun 2014 tentang pemilihan kepala desa perlu penegakan protokol kesehatan.


"Dimana mewajibkan setiap TPS maksimal 500 pemilih tetap kemudian yang disiapkan Pemkab 1 desa satu TPS setelah penetapan APBD yang lalu, kemudian ada aturan yang turun dari Permendagri bahwa semua kabupaten kota yang menyelenggarakan Pilkades tetap mematuhi protokol kesehatan. Namun yang kami siapkan kemarin hanya 1 TPS 1 Desa sehingga perlu penyesuaian karena penambahan 227 TPS," ungkapnya.


Sekretaris PMD Kabupaten Sinjai, Haeruddin menambahkan seandainya anggaran sesuai dengan pelaksanaan bahwa 1 desa 1 TPS, maka rencana tahapan awal tahun mulai dlaksanakan karena disiapkan hanya 54 TPS.


Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyatakan jika pilkades ditunda, sebab Pemkab Sinjai belum pernah menetapkan jadwal pesta demokrasi tingkat desa itu.


"Karena persoalannya pemerintah daerah belum pernah menetapkan jadwal, belum ada penundaan dan belum ada panitia karena yang berhak menunda adalah panitia kabupaten untuk pemilihan kepala desa yang ada di desa " katanya.


Olehnya itu, panitia yang dibentuk hanya untuk mensosialisasikan protokol kesehatan, khusus untuk panitia pelaksana yang dibentuk BPD.


"Dan perlu diingatkan, tahapan belum jalan, penundaan juga belum ada dan kita belum menetapkan hari pelaksanakan Pilkades serentak di Sinjai. "Insya Allah, dari statmen ibu kadis pelaksanakan Pilkades serentak di Sinjai paling cepat bulan Oktober 2021," kuncinya


Dari Hasil Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin ketua komisi I, Jamaluddin didampingi wakil ketua I, Andi Sabir menghasilkan agar Dinas PMD Kabupaten Sinjai segera membentuk panitia kabupaten dan melakukan konsultasi ke Menteri Dalam Negeri agar polemik Pilkades serentak di kabupaten Sinjai menemukan solusi.


Sekadar diketahui, masa jabatan kepala desa di Sinjai akan berakhir per tanggal 13 Juli 2021 yang seharusnya tahapan Pilkades serentak mulai berjalan 6 bulan sebelum masa jabatan kades berkahir.


Penulis: Syarif/A