DP3A Makassar Ungkap Kasus Penjualan Anak, Diduga Bakal Dijadikan PSK di Ambon

Korban akan dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial(PSK) di Ambon.

DP3A Makassar Ungkap Kasus Penjualan Anak, Diduga Bakal Dijadikan PSK di Ambon
Ket. Gambar: Kepala Dinas DP3A kota Makassar, Tenri A. Palallo 






KABAR.NEWS, MAKASSAR -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar kembali mengungkap kasus perdagangan manusia yang terjadi di Kota Makassar.

Kepala DP3A, Tenri A. Palallo mengaku terlambat mengetahui praktek perdagangan manusia di Makassar. Sebab beberapa korban diantaranya diketahui sudah lebih dulu diterbangkan ke Ambon. Dugaan sementara anak-anak yang masih di bawah umur itu akan dijadikan sebagai pekerja seks komersial(PSK) di tempat hiburan malam.

Awalnya pihak DP3A menerima laporan melalui P2TP2A(Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak)dini malam kemarin,Kamis terkait dengan dugaan perdagangan manusia di Makassar." Kami merasa gagal, karena dari lima orang korban itu, empat sudah diterbangkan, tersisa satu,"papar Tenri.

Sindikat yang diduga terlebih dahulu memalsukan identitas korban seolah-olah telah dewasa. Padahal diketahui, korban yang didapati masih berumur dibawah 17 tahun. 

"KTP korban dipalsukan, saya lihat sudah 17 tahun. Ini juga ada kejanggalan dalam kartu keluarga (KK), dia menjadi kepala keluarga. Kami sudah berkoordinasi dengan Dukcapil selesaikan persoalan ini," ungkap Tenri kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Tenri mengatakan korban berhasil lolos dan melarikan diri dari para pelaku. Bahkan awalnya telah ditampung di salah satu penginapan di dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Ini jelas Human Traficking atau usaha perdagangan orang. Anak ini rencana akan dipekerjakan di tempat hiburan," paparnya.Tenri mengatakan dugaan kasus human trafficking tersebut terbukti dengan adanya tanda tangan dan pergantian uang. 

"Karena ada tanda tangan, pemalsuan dan sebagainya. Ini modus kelakukan buruk, kita harus sama-sama berantas," imbuhnya.

Saat ini, kata Tenri telah menampung korban di rumah aman dan bahkan P2TP2A Makassar telah berkoordinasi dengan Polrestabes Makassar untuk mendalami kasus ini. Lebih lanjut, Tenri mengaku telah mendatangkan psikolog untuk memeriksakan kejiwaan korban. 

"Sementara tim kami melakukan asesment, itu kami akan mendatangkan psikolog sempat ada gangguan jiwa. Sekarang sudah di rumah aman," lanjutnya.Polisi masih menyelidiki kasus tersebut, kendati pelaku lanjut Tenri sudah terbang ke Ambon. “Sudah di BAP kan Polisi. Ini masih dalam pengembangan," pungkasnya

Penulis : Fitria Nugrah Madani/A