Skip to main content

Dorong Sektor Riil, Gaungkan Ekonomi Syariah di Sulsel Melalui Wisata Halal

Bank Indonesia
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Kepala BI Sulsel Bambang Kusmiarso dan Wakil Wali Kota Makassar saat membuka Pekan Ekonomi Syariah di MaRI Makassar, Jumat (14/9/2018). (KABAR.NEWS)


KABAR.NEWS, Makassar - Bank Indonesia (BI) wilayah Sulawesi selatan (Sulsel) menggelar Pekan Ekonomi Syariah di Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar, Jumat (14/9/2018). 


Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan ia mengapresiasi langkah BI Sulsel yang menggelar Pekan Ekonomi Syariah. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah agar gaungnya lebih besar.


Baca Juga: 


"Kita ini negara Islam terbesar di dunia sehingga kita harus menerapkan ekonomi syariah," ujarnya kepada KABAR.NEWS. 


Mantan Bupati Bantaeng ini menegaskan perlunya program ekonomi syariah dengan membuat format wisata halal. 


"Kita akan Support penuh. Bahkan kawasan-kawasan wisata kita akan kita format dengan wisata halal. Dan semua pengusaha harus ikut wisata halal," tegasnya. 


Selain itu sinergitas antara perbankan dan pemerintah juga perlu ditingkatkan agar ekonomi syariah di Sulsel bisa digaungkan. Ia pun menjanjikan sejumlah Rest Area di Sulsel akan dijadikan wisata halal.


"Kita akan bangun di 10 Rest Area kita," tegasnya. 


Sementara itu, Kepala BI Sulsel Bambang Kusmiarso mengatakan kembali digelarnya Pekan Ekonomi Syariah karena tingginya antusias masyarakat Sulsel dalam berpartisipasi memajukan ekonomi syariah.


"Ada tiga pilar dalam pengembangan ekonomi syariah. Pada tahun pertama yaitu tahun lalu kita lebih pada sosialisasi dan komunikasi ekonomi syariah, tapi itu tanggapannya sangat luar biasa. Dan kali ini kita lebih ingin yang riil-nya. Bagaimana melihat pembayarannya dan UMKM-nya," sebutnya. 


Bambang mengaku perlunya mendorong UMKM di Sulsel untuk bisa menembus pasar internasional. 


"Pasar Internasional masih terbuka lebar dan jika UMKM bisa menembus pasar Internasional maka, pasar domestik pun akan mudah dikuasai. Untuk saya berharap potensi ekonomi syariah bisa terus digaungkan," sebutnya.


Meski demikian, ia melihat saat ini di Sulsel masih mayoritas sebagai Buyer (pembeli), dibandingkan sebagai player. Padahal Sulsel, imbuhnya, memiliki potensi ekonomi syariah yang cukup tinggi di Indonesia. 


"Contohnya, wakaf di Sulsel masih sangat besar bahkan sampai 23 persen dari nasional. Ini belum difasilitasi, bagaimana nanti kalau sudah difasilitasi. Artinya ini menunjukkan semangat ekonomi syariah di Sulsel masih cukup tinggi," pungkasnya. 

 

loading...