Dituduh Lecehkan 11 Perempuan, Andrew Cuomo Mundur dari Jabatan Gubernur New York 

Hasil penyelidikan jaksa

Dituduh Lecehkan 11 Perempuan, Andrew Cuomo Mundur dari Jabatan Gubernur New York 
Andrew Cuomo mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Gubernur New York, Amerika Serikat. (Screenshot YouTube/CNN)












KABAR.NEWS, New York - Kasus pelecehan seksual membuat Andrew Cuomo mundur dari jabatan Gubernur New York, Amerika Serikat. Cuomo mengumumkan pengunduran dirinya melalui siaran langsung di televisi pada Selasa (10/8/2021) waktu setempat.


Melansir AP News, Cuomo melepas jabatan Gubernur New York yang ia jabat sejak 2010, setelah jaksa agung New York merilis hasil penyelidikan yang menemukan pria 63 tanun tersebut melakukan pelecehan seksual terhadap sedikitnya 11 perempuan.


Pengunduran diri juga dilakukan Cuomo pasca badan legislatif New York mengajukan pemakzulan dan didukung oleh Presiden AS, Joe Biden sekaligus kolega Cuomo di Partai Demokrat.


Dalam pidato yang disiarkan televisi, Cuomo dengan tegas membantah sengaja menunjukkan rasa tidak hormat terhadap perempuan. Dia memilih mundur demi jalannya pemerintahan yang efektif.


“Cara terbaik yang bisa saya bantu sekarang adalah jika saya minggir dan membiarkan pemerintah kembali memerintah,” kata Cuomo.


Usai Cuomp mundur, jabatan Gubernur New York akan diisi oleh Kathy Hochul, seorang Demokrat berusia 62 tahun dan mantan anggota Kongres dari wilayah Buffalo. Dia adalah perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut.


"Saya setuju dengan keputusan Gubernur Cuomo untuk mundur. Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan dan demi kepentingan terbaik warga New York," cuit Hochul.


Terkait kasus pelecehan seksual, hasil penyelidikan jaksa menemukan Cuomo mencium perempuan secara paksa. Ia juga diduga meraba-raba payudara atau (maaf) pantat mereka atau menyentuhnya dengan tidak semestinya.


Selain itu, jaksa juga menduga Cuomo membuat komentar menyindir tentang penampilan dan kehidupan seks sejumlah perempuan di tempat kerjanya menciptakan lingkungan kerja yang “penuh dengan ketakutan dan intimidasi.”