Ditemui Tokoh Adat di Lingkar Tambang Vale, Rahman Pina: Mereka Menangis Takut Ditangkap

*Rahman Pina menjamu perwakilan adat bersama Husmaruddin

Ditemui Tokoh Adat di Lingkar Tambang Vale, Rahman Pina: Mereka Menangis Takut Ditangkap
Perwakilan adat lingkar tambang PT Vale Indonesia menyampaikan aspirasi di DPRD Sulsel, Makassar. (Facebook/Husmaruddin)






KABAR.NEWS, Palopo - Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Rahman Pina, mengaku baru-baru ini ditemui sejumlah perwakilan anak suku adat yang berdiam di sekitar tambang nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.


Rahman Pina menjamu perwakilan tokoh adat tersebut bersama Anggota DPRD Sulsel dapil Luwu Raya, Husmaruddin. Pertemuan berlangsung di kantornya, Makassar. Mereka datang menyampaikan keluhan, bahkan ada di antaranya yang menangis karena gusar melihat aktivitas tambang Vale.


Rahman mengaku sungguh terharu, para perwakilan adat ini datang ke Makassar setelah menempuh perjalanan bus sekitar 10-12 jam dari Sorowako.


"Mereka hanya sekadar ingin menemui kami untuk menyampaikan kegusarannya atas tidak komitmennya PT Vale ke warga setempat dan penangkapan sejumlah aktivis setelah melakukan aksi demo di pintu masuk PT Vale," kata Rahman Pina pada unggahan Facebooknya, Rabu (13/4/2022). KABAR.NEWS diizinkan mengutip unggahan ini.


Legislator Fraksi Golkar itu menyebutkan, perwakilan anak suku adat ini berasal dari adat To Padoe, ToKarunsie,To Tambe'e,To Taipa, Weula,To Ture'a, Bea'u, To Konde, To Timampu dan To Pekaloa. 


"Salah satu dari perwakilan adat yang datang itu, sepanjang pertemuan, selalu meneteskan air mata. 'Bantu kami pak, sekarang warga sudah takut bicara karena ketakutan'. Takut ditangkap," kata Rahman Pina mengutip pernyataan perwakilan adat.


Namun, dari sejumlah perwakilan tokoh anak suku adat itu, Rahman Pina mengaku mencari salah satu tokoh adat bernama Andi Baso. 


Dia menyebut, nama yang bersangkutan ikut bertanda tangan dalam berita acara 14 kesepatakan dengan Vale. Tapi sosok yang dicari Rahman Pina tak hadir bersama perwakilan Tokoh Adat.


"Saya berharap, dalam waktu dekat bisa menemui tokoh sentral yang sangat dihormati warga setempat itu. Saya pun berharap bisa bertemu dengan sejumlah aktivis yang telah ditangkap dan sudah jadi tersangka di Polres Luwu Timur," harap Rahman Pina.


Asal diketahui, PT Vale Indonesia dalam beberapa bulan terakhir menjadi sorotan DPRD Sulsel karena sejumlah permasalahan. Satu di antaranya ialah persoalan komitmen perusahaan atas kelangsungan lingkungan hidup. 


Sorotan dewan termasuk perpanjangan kontrak karya hingga tidak adanya tokoh Luwu Raya yang diakomodir dalam jajaran petinggi perusahaan.