Disuntik Vaksin Covid-19, Kapolres Tana Toraja: Semua Aman

Enam orang batal divaksin Covid-19 karena masalah hipertensi.

Disuntik Vaksin Covid-19, Kapolres Tana Toraja: Semua Aman
Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu saat disuntik vaksin Covid-19. (Foto: KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Makale - Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja mulai dilakukan, Senin (1/2/2021). Kepala Kepolisian Resort Tana Toraja, Ajun Komisaris Besar Polisi Sarly Sollu menjadi orang pertama disuntik vaksin Covid-19 asal China, Sinovac. 

Pada saat yang sama, jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat serta perwakilan masyarakat turut mengikuti vaksinasi. Sebelum dilakukan vaksinasi, ada empat tahapan dilalui oleh yakni pendaftaran dan verifikasi, menjalani proses skrining, menerima suntikan vaksin Covid-19 dan yang terakhir dilakukan pencatatan dan observasi.

Sarly harus menunggu selama 30 menit untuk mengantisipasi apabila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan diberi kartu vaksinasi dan edukasi pencegahan Covid-19, sebagai penerima vaksin.

Sarly Sollu mengatakan bahwa tidak ada efek lanjutan yang dirasakan olehnya usai jalani penyuntikan vaksin.

"Saya sebagai orang yang pertama divaksin, hasilnya tidak ada efek lanjutan yang saya rasakan. Selama 30 menit saya jalani observasi, juga tidak ada gejala apa-apa, semua aman saja." ungkap Sarly Sollu.

Sarly berharap semoga vaksin Covid-19 dapat melindungi masyarakat dari virus berawal dari Wuhan, China.

"Mudah-mudahan vaksin Covid-19 ini menjadi payungku dan payung masyarakat,. Kepada masyarakat Tator untuk jangan takut divaksin. Ayo ikut vaksin. Vaksin ini adalah payung kita untuk sehat," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Tator, dr Ria Minoltha mengatakan bahwa jumlah peserta yang sudah didaftarkan di kementerian sebanyak 19 orang tetapi lolos untuk divaksin hanya 13 orang.

"Adapun 6 orang tersebut tidak dapat dipaksa karena yang pertama adalah faktor umur di mana dari panduan kementerian bahwa untuk golongan yang akan divaksinasi itu umur 18 tahun sampai 59 tahun," tuturnya. 

Kedua alasan ada peserta tidak jadi divaksin karena menderita hipertensi setelah ditensi berulang-ulang sampai tiga kali. Ternyata tensinya lebih dari 140/90 maka otomatis akan ditunda atau tidak di laksanakan vaksin dan yang ketiga pernah terkonfirmasi Covid-19," ucap dr Ria.

Penulis: Febriani/B