Skip to main content

Disnaker Buka Posko Aduan Pegawai Muslim yang Dipaksa Pakai Atribut Natal

hjk
Kepala Disnaker Kota Makassar, Irwan Bangsawan. (Kabar.News/Fitria)

KABAR.NEWS, Makassar-- Menyambut perayaan Natal dan tahun baru, beberapa instansi swasta terutama perhotelan dan pusat perbelanjaan biasanya melakukan pemasangan atribut khas. Tak hanya dekorasi, karyawan atau pegawai juga biasanya diminta memakai atribut Natal.


Tak jarang pegawai yang beragam non Nasrani pun diminta memakai atribut tersebut. Seperti di Kota Makassar yang pegawai muslim mendominasi, pemasangan atribut Natal dianggap bertentangan dengan ajaran agama Islam. 


Terkait hal ini, Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar membuka posko pengaduan untuk memediasi perusahaan dan karyawan. Kepala Disnaker Makassar, Irwan Bangsawan mengatakan perusahaan/lembaga usaha manapun tidak boleh memaksakan atribut Natal.


"Itu kan namanya deskriminasi, kita ini beda-beda. Kalau soal keyakinan, sebaiknya jangan dipersoalkan bagi karyawan", jelas Irwan saat dihubungi kabarnews pada Rabu (11/22/2019). 


Baca juga: Mudik Natal dan Tahun Baru 2019, Pelindo IV Target 2.500 Penumpang Kapal Laut 


Irwan juga menurutkan bahwa Disnaker membuka laporan dan pengaduan bagi muslim yang mendapat paksaan pemakaian atribut. Untuk bagi karyawan muslim yang mendapati atau menjadi korban, diminta untuk segera melaporkan ke Disnaker Makassar.


Ditanya soal bentuk sanksi yang akan diberikan jika terjadi pemaksaan, Irwan menyatakan Disnaker hanya melakukan negosiasi antara perusahaan dan karyawan.


"Kami tinjau dulu, lalu mediasi antara kedua belah pihak. Sejauh ini memang belum ada peraturan mengikat soal itu, saya melihat itu bentuk deskriminasi", tuturnya. 



Fitria Nugrah Madani/CP/A

 

loading...