Skip to main content

Disita Kejati, Kawasan Hutan Mapongka Tator Diklaim 49 Sertifikat BPN

Disita Kejati, Kawasan Hutan Mapongka Tator Diklaim 49 Sertifikat BPN
Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat memasang papan penyitaan di kawasan hutan produksi Mapongka, Mengkendek, Tana Toraja, Jumat (7/8/2020). (KABAR.NEWS/Febriani Riyadi)

KABAR.NEWS, Makale - Penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi menyita tanah bersertifikat yang masuk di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Mapongka, Kabupaten Tana Toraja (Tator), Jumat (7/8/2020).


Penyitaan kawasan hutan Mapongka dilakukan karena terkait perkara tindak pidana dugaan penyalahgunaan kewenangan atas penerbitan sertifikat di kawasan produksi terbatas Mapongka.


Ketua Tim Penyidik Kejati Alfian Bombing mengatakan seluruh papan penyitaan menjelaskan bahwa sudah sangat jelas dan tegas ada larangan atas tindak pidana alih fungsi kawasan hutan Mapongka yang selain tidak boleh diperjualbelikan, juga menduduki lahan, menggunakan, menguasai atau melakukan transaksi tindakan hukum lain tanpa seizin penyidik Kejati atau putusan Pengadilan.


Alfian mengungkapkan, ada sebanyak 49 lembar sertifikat mengatasnamakan pribadi yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tator dalam kawasan hutan produksi Mapongka.


"Semua tanah bersertifikat dalam kawasan hutan disita dan dipasangi papan pengumuman bukti sita," ujar Alfian kepada KABAR.NEWS di Toraja, Jumat.


Sebelumnya penyidik Pidsus Kejati Sulsel memeriksa 50 saksi di Kejari Makale. Selanjutnya tim turun langsung ke lapangan untuk pemasangan patok batas tanah bersertifikat dan pada Jumat kemarin langsung menyita kawasan.


Lebih lanjut dikatakan Alfian, dari hasil pemeriksaan, ternyata ada beberapa serifikat milik pensiunan ASN dari BPN dan ada pula masyarakat yang memiliki sertifikat lebih dari 1 di kawasan Hutan Mapongka.


Saat pemasangan papan sitaan tersebut, turut disaksikan oleh Polisi Kehutanan, pihak BPN Tator, Dinas lingkungan hidup, Dinas kehutanan, dan sejumlah pendamping dari Kejari Makale.


Penulis: Febriani/B

 

Flower

 

loading...