Diselidiki Polisi, Pengelolaan Limbah Medis RSUD Jeneponto Diduga Langgar Aturan

Ditangani Polda Sulsel

Diselidiki Polisi, Pengelolaan Limbah Medis RSUD Jeneponto Diduga Langgar Aturan
Tumpukan Limbah Medis di RSUD Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto, Sulsel. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Pengelolaan limbah medis di RSUD Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto, Sulsel, diduga melanggar aturan atau standar operasional prosedur (SOP) penanganan sampah bekas medis.


Seorang sumber dari internal RSUD Jeneponto yang meminta namanya tak disebut, berkata kepada KABAR.NEWS bahwa limbah medis itu dipasangi garis polisi karena dinilai tidak sesuai aturan.


"Menurut polisi tidak sesuai aturan," ujar sumber saat dihubungi, Selasa (8/6/2021).


Kondisi sampah medis seperti infus dan masker ditumpuk di dua tempat di RSUD Jeneponto. Sampah-sampah itu dibungkus menggunakan karung dan keresek yang jumlahnya ditaksir mencapai ratusan. (Baca juga: Rentan Disalahgunakan, Walhi Sulsel Usul Limbah Medis Covid-19 Ditangani Khusus)


Pemasangan garis polisi ini sudah dilakukan sejak tiga hari yang lalu. Garis polisi berwarna kuning itu dipasang tim dari Polda Sulsel.


Sumber menyebutkan bahwa lokasi atau tempat pembuangan sampah medis RSUD Jeneponto diduga tak mempunyai surat izin dan tidak sesuai SOP yang ada.


Dia menyebut, RSUD Jeneponto diduga melabrak SOP karena tidak memiliki sarana pengelolaan sampah medis sehingga terjadi penumpukan sampah. RSUD Jeneponto diduga melanggar Permenkes nomor 18 tahun 2020 dan Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E. Zulpan membenarkan jika pihaknya memasangi garis polisi di lokasi limbah medis tersebut. "Ya benar, hal tersebut" singkatnya saat dikonfirmasi KABAR.NEWS via telepon, Selasa.


Zulpan menerangkan pihaknya memasang garis polisi karena menyelidiki dugaan pelanggaran pengelolaan limbah medis. (Baca juga: Dirut RSUD Jeneponto Siap Mundur Jika Dianggap Tak Amanah)


"Dalam penyelidikan tim dari Polda agar ada solusi terhadap penanganan limbah medis di tengah pandemi Covid-19," jelasnya.


Oleh karena itu, kata dia, pihaknya masih melakukan klarifikasi terhadap pihak rumah sakit. "Masih proses awal untuk kami klarifikasi lebih lanjut ke pihak RS," terangnya.


Direktur RSUD Jeneponto belum memberikan tanggapan atas dugaan pengelolaan limbah medis ini. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari KABAR.NEWS belum dijawab pimpinan rumah sakit hingga berita ini tayang.


Penulis: Akbar Razak/A