Disdukcapil Torut Perbaiki 4 Ribu Data Penduduk saat KBM

Salah satu program 100 hari Ombas-Dedy

Disdukcapil Torut Perbaiki 4 Ribu Data Penduduk saat KBM
Kepala Disdukcapil Torut Yoel Tangdiembong. (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulsel, melakukan perbaikan 4 ribu data kependudukan saat terjun dalam program Kantor Bupati Mobile (KBM).


KBM yang dilakukan di seluruh kecamatan Torut, merupakan salah satu program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Toraja Utara, Yohanis Bassang dan Frederick V. Palimbong.


Kepala Disdukcapil Torut Yoel Tangdiembong mengatakan, selama mengikuti program KBM di 13 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada, dokumen kependudukan yang terbanyak dilakukan yaitu perbaikan data.


"Selama Kantor Bupati Mobile dilaksanakan, kami begitu banyak melakukan perbaikan data penduduk setempat di 13 kecamatan sebanyak 4.000 perbaikan data,"ungkap Yoel saat dijumpai KABAR.NEWS, di ruang kerjanya, Kantor Disdukcapil Torut, Rantepao. Selasa (22/6/2021).


Diterangkan Yoel, bahwa perbaikan data yang telah dilakukan yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak aktif, penduduk memiliki NIK ganda, NIK tidak sinkron dengan data dokumen lainnya, perbelanjaan nama pada data kependudukan dan dokumen lain dan data catatan sipil yang berbeda.


Selain perbaikan data, lanjut Yoel, pihaknya juga banyak melakukan pergantian/percetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) baru.


"Selain 4 ribu perbaikan data, kami juga banyak melakukan pergantian dan percetakan KTP baru sebanyak 3.000 bagi penduduk yang KTP-nya sudah usang," katanya.


Di luar perbaikan data dan pergantian/percetakan KTP baru, Disdukcapil juga melakukan percetakan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 2.500 lembar, perekaman sekaligus pencetakan KTP sebanyak 1.000 lembar, Akta kelahiran 1.100 lembar, Akta nikah 2.500 pasang, dan Akta kematian 200 lembar.


Ditanya terkait kendala yang dialami, Yoel mengungkapkan bahwa pihaknya mengalami beberapa kendala termasuk kendala pelayanan sinyal.


"Saat proses melakukan pembuatan dokumen kami mengalami kendala pelayanan sinyal untuk jaringan data, juga jika mati lampu kegiatan pelayanan pastinya tertunda. Dengan itu, kami selalu berkordinasi dengan PLN dan Telkom," ungkap Yoel.


Tak hanya itu, kata Yoel, "Keterlibatan penduduk juga saat di lokasi semuanya mau dilayani secepatnya, mereka tidak mau antri padahal pegawai pelayanan kami termasuk alatnya pun juga terbatas".


Dengan dilakukannya program KBM tersebut, Yoel mengharapkan agar semua masyarakat dapat memiliki dokumen kependudukan, baik administrasi kependudukan KK, KTP, Akta - Akta mulai akta kawin, akta lahir, akta cerai dan akta kematian. 


"Semua bisa dilayani, terutama untuk akta kematian, kita tidak bisa keluarkan dari data kependudukan kalau tidak memiliki akta Kematian."


Penulis: Febriani/A