Skip to main content

Disdukcapil Gowa Bagikan 201 e-KTP ke Warga Binaan Lapas Bollangi

Kepala Disdukcapil Gowa, Ambo bersama Ketua KPU Gowa Muhtar Muis saat menyerahkan e-KTP kepada warga binaan Lapas Bollangi.


KABAR.NEWS, Gowa - Pasca perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gowa pada akhir tahun 2018 lalu, akhirnya para narapidana di Lapas Narkoba Kelas II dan Lapas Wanita Kelas II Bollangi kini memiliki KTP. 


Sebanyak 201 keping e-KTP diserahkan langsung Kepala Disdukcapil Gowa kepada para narapidana. Diantaranya, 162 KTP-el milik Napi Lapas Narkoba dan 39 jiwa milik Napi di Lapas wanita.


Baca Juga:


Kepala Disdukcapil Gowa Ambo menjelaskan, perekaman di lingkungan Lapas tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan serentak secara nasional di seluruh Indonesia pada akhir Desember 2018 lalu.


"Kita sudah melakukan perekaman terhadap para Napi di dua lapas di Bolangi ini. Perekaman di lapas ini merupakan program nasional yang telah dilakukan beberapa hari lalu. Dan hari ini kita sudah serahkan dalam bentuk e-KTP sehingga warga lapas bisa mempergunakannya nanti," jelas Ambo, Jumat (18/1/2019).


Dalam kesempatan tersebut, Disdukcapil juga melakukan perekaman kepada warga binaan yang baru masuk sebanyak 20 dari lapas Narkoba dan lima orang di lapas Wanita. 


Dengan adanya e-KTP yang dimiliki warga binaan, Ketua KPU Gowa Muhtar Muis mengatakan, para Napi ini sudah bisa memberikan hak pilihnya pada Pemilu pada April 2019 mendatang.


"Khusus di dua lapas di  Bolangi ini kita siapkan lima TPS. Empat TPS di Lapas Narkoba dan satu TPS di Lapas Wanita. Dengan adanya lima TPS ini kami harapkan hak-hak mereka sebagai warga negara Indonesia bisa digunakan," tutur Muhtar Muis.


Banyak penghuni lapas yang tidak memiliki NIK (nomor induk keluarga), sehingga tidak bisa ikut memilih. Hal ini juga kata Muhtar yang membuat pemilih di lapas tidak semuanya memiliki KTP. 


"Kita berharap kejadian di Pilgub 2018 lalu tak terulang lagi dimana dari 908 wajib pilih di dua Lapas di Bolangi ini, hanya 423 jiwa yang masuk dalam DPT sehingga 500-an warga Lapas tidak bisa mempergunakan hak pilihnya karena tidak memiliki NIK yang dipersyaratkan. Makanya dengan telah dimilikinya e-KTP ini para napi sudah bisa ikut memilih pada Pemliu, Pileg dan Pilpres April mendatang," terangnya.

  • Afrilian Cahaya Putri

 

loading...