Skip to main content

Disdik Makassar Wacanakan Belajar Tatap Muka untuk Sekolah di Kepulauan

Disdik Makassar Wacanakan Belajar Tatap Muka untuk Sekolah di Kepulauan
Ilustrasi belajar tatap muka para siswa di area pekuburan Dadi Makassar yang tak bisa mengakses fasilitas internet. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Sekolah tatap muka pada zona hijau akan kembali diajukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar. Rencana tersebut terbatas mengingat masih tingginya kasus penyebaran Covid-19. 

 

Pelaksana Tugas Kepala Disdik Kota Makassar, Irwan Bangsawan mengatakan pihaknya akan memprioritaskan sekolah tatap muka di pulau-pulau. Menurutnya, sekolah-sekolah di pulau tersebut memungkinkan untuk dilakukan proses belajar mengajar tatap muka.


"Kemarin saya ke pulau-pulau, pulau Kodingareng, Barrang Caddi, Bonetambu, itu semua daerah-daerah hijau di sana, nah ini yang berang kali dilakukan (sekolah tatap muka) di pulau dulu. Tapi saya pikir melaporkan ke bapak wali kota untuk wilayah uji coba," ujar Irwan saat ditemui di Kantor Disnaker Makassar, Jumat (18/9/2020).


Ia mengakui kendala pembelajaran daring di pulau tidak memadai, olehnya itu sekolah online tidak terlalu efektif. "Namanya internet itu kurang bagus yah, Jadi mungkin kan nanti sekolah di sana, semua tingkat SD SMP,"


Bahkan, tak menutup kemungkinan, belajar di sekolah juga akan diberlakukan untuk tingkat sekolah yang berada di kota juga. Disdik akan melanjutkan observasi kondisi sekolah-sekolah yang ada di tengah Kota Makassar.


Olehnya itu, Irwan akan melaporkan rencananya terlebih dahulu kepada Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin. 


"Kita akan koordinasi dengan sekolah, sekolah tidak boleh memutuskan. Tapi kita akan liat kondisinya, kalau misalnya memungkin kan kita lakukan, tapi kita harus hati-hati, sekali lagi saya akan lapor ke pak wali, dia memutuskan dibuka atau tidak," paparnya.


Terkait mekanisme belajar sekolah tatap muka, Irwan menjelaskan selain akan memperketat protokol kesehatan, ia juga akan mengatur jam masuk siswa dalam setiap rombongan belajar (rombel). 


"Dalam rombel rombongan belajar itu ada sekitar 30 siswa, bisa melakukan shift 3 kali, 1 kelas itu 10 orang dengan protokol Covid," terangnya. Selain itu, Disdik Makassar akan mengurangi durasi jam sekolah.


"Kemudian mereka tidak sampai seperti hari-hari biasa belajar, mereka belajar hanya sampai 3 jam atau 2 jam 3 jam 4 jam begitu, nanti di selang seling nantinya, tergantung dari kondisi sekolah masing-masing," pungkasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/A

 

Flower

 

loading...