Direktur akui RSUD Jeneponto Tak Punya Izin Kelola Limbah Medis

Baru tahun tumpukan limbah medis dipasangi garis polisi

Direktur akui RSUD Jeneponto Tak Punya Izin Kelola Limbah Medis
Direktur RSUD Jeneponto Dokter Bustamin. (Foto: KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Dokter Bustamin mengaku pihaknya memang tak mempunyai izin untuk membuang hingga mengelola sampah medis.


Pembuangan limbah medis di kompleks rumah sakit tersebut sudah lama beroperasi sebelum dirinya menjabat sebagai Direktur RSUD hingga sekarang.


"Dari tahun lalu yah, sejak saya masuk itu tidak ada (izin) yah. Jadi nanti setelah saya masuk baru saya urus begitu," ujar Bustamin saat dihubungi KABAR.NEWS, Selasa (8/6/2021).


Bustamin mengeklaim, tempat pembuangan sampah (TPS) medis di RSUD Jeneponto baru ada atas inisiatifnya sebagai direktur dan telah mengurus izin dari PTSP keluar.


Namun, hingga sekarang belum ada kejelasan dari pihak PTSP soal izin tersebut. Padahal, pihaknya sudah mengajukan sejak tahun lalu. "Kalau izin itu sementara berproses di PTSP sudah tahun lalu," katanya. Menurut dia, TPS yang digunakan sekarang bisa dipakai untuk sementara waktu.


"Jadi kan saya baru masuk, jadi setelah itu saya lihat, ihh! ini harus dibuatkan TPS-nya, jadi saya buatkan TPS-nya dan saya urus izinnya. Sudah lama kita ajukan izinnya, tapikan itu bisa dipakai sementara dulu, sambil berproses," jelasnya.


Dokter Gigi ini mengaku bahwa tempat pembuangan limbah medis tersebut sudah ada. Namun, kapasitanya tergolong sempit sehingga  pihaknya mewacanakan akan membangun TPS lagi.


"Kalau sarana, untuk menampung kita masih ada kecil ruanganya, mungkin sedikit boleh di katakan agak-agak kecil tempatnya," terangnya.


"Jadi sementara kita mau kembangkan lagi, memperbesar penampunganya disitu. Jadi sudah ada, tetapi kapasitasnya tidak mampu menampung tempatnya di situ. Jadi rencana mau membangun lagi TPS-nya," tambahnya.


Selain itu, dia juga mengaku tak mengetahui jika lokasi limbah medis milik RSUD dipasangi garis polisi oleh tim Polda Sulsel.


"Tidak tahu, saya baru tahu waktu hari minggu katanya dia masuk menurut informasi," ungkapnya.


Dia juga mengaku tak tahu alasan pihak kepolisian langsung memasangi gari polisi. Pasalnya, polisi datang secara tiba-tiba.


"Belum tahu, sementara menunggu mungkin ada informasi selanjutnya barang kali. Karena tidak ada informasinya. Tiba-tiba juga masuk," tandas Bustamin.

Penulis: Akbar Razak/A